Google Wallet Kini Bisa Jadi Uang Saku Digital Anak, Orang Tua Tetap Bisa Pantau Transaksi

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 17:51 WIB
Google Wallet menghadirkan fitur uang saku digital untuk anak. (Google Wallet)
Google Wallet menghadirkan fitur uang saku digital untuk anak. (Google Wallet)

RADAR BANYUWANGI – Uang saku anak kini tak selalu harus diberikan dalam bentuk tunai.

Google memperluas fungsi Google Wallet dengan menghadirkan pengalaman transaksi digital yang memungkinkan anak menggunakan ponsel untuk berbelanja, sementara orang tua tetap memiliki kendali atas aktivitas keuangan tersebut.

Fitur ini diperkenalkan Google dalam pengumuman dan rilis pers pada 24 Oktober 2024 di Mountain View, California, Amerika Serikat.

Kehadirannya diarahkan untuk memberikan pengalaman pembayaran nontunai kepada anak sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran mengelola keuangan sejak usia dini.

Melalui sistem transaksi yang diawasi orang tua, anak dapat melakukan pembayaran di toko fisik menggunakan ponsel.

Dengan demikian, mereka memiliki pengalaman menggunakan metode pembayaran digital tanpa harus selalu membawa uang tunai atau kartu debit fisik.

Namun, kemudahan tersebut tidak berarti anak memiliki kendali penuh atas akun.

Google menempatkan orang tua sebagai pihak yang tetap menentukan penggunaan layanan melalui integrasi dengan Family Link.

Salah satu mekanisme pengawasan diterapkan ketika kartu hendak ditambahkan ke akun anak.

Aktivitas tersebut memerlukan persetujuan orang tua melalui Family Link.

Pengaturan ini membuat orang tua dapat menentukan instrumen pembayaran yang boleh digunakan anak.

Kontrol tersebut sekaligus memberikan ruang bagi keluarga untuk mengenalkan transaksi digital secara bertahap sesuai kebutuhan dan batasan yang ditetapkan.

Selain menyetujui penambahan kartu, orang tua juga dapat memantau riwayat pengeluaran anak.

Informasi transaksi tersebut dapat menjadi bahan bagi orang tua untuk memahami kebiasaan belanja sekaligus memberikan edukasi mengenai penggunaan uang secara bertanggung jawab.

Aspek keamanan menjadi bagian penting dalam sistem tersebut.

Setiap pembayaran dilindungi mekanisme verifikasi perangkat, seperti PIN, pola, maupun autentikasi biometrik berupa sidik jari dan pengenalan wajah.

Google juga memberikan kewenangan kepada orang tua untuk mengelola akun dompet digital anak.

Jika diperlukan, akun dapat dinonaktifkan sehingga penggunaan layanan bisa dihentikan oleh pihak yang memiliki kendali.

Kombinasi tersebut dirancang untuk menciptakan ruang transaksi yang lebih terkontrol.

Anak memperoleh pengalaman menggunakan pembayaran digital, sedangkan orang tua tetap memiliki alat untuk memantau dan mengatur penggunaannya.

Google memosisikan fitur tersebut bukan sekadar sebagai sarana pembayaran.

Pengalaman menggunakan uang saku secara digital juga dapat menjadi media pembelajaran bagi anak untuk memahami batas pengeluaran dan konsekuensi dari setiap transaksi.

Di tengah semakin berkembangnya transaksi nontunai, pengenalan literasi finansial digital sejak dini menjadi semakin relevan.

Anak tidak hanya perlu mengetahui cara melakukan pembayaran, tetapi juga memahami pentingnya mengendalikan pengeluaran serta menjaga keamanan akun.

Perwakilan manajemen Google mengatakan keamanan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengembangan pengalaman baru tersebut.

"Keamanan adalah inti dari setiap produk yang kami bangun. Pengalaman baru di Google Wallet ini dirancang agar anak-anak dapat belajar melakukan pembayaran nontunai secara aman, sementara orang tua tetap memegang kendali penuh untuk menyetujui penambahan kartu, memantau riwayat transaksi, dan mengelola penggunaan melalui Family Link," ujar perwakilan manajemen Google.

Dengan pendekatan itu, Google Wallet mencoba menempatkan kemandirian anak dan pengawasan keluarga dalam satu sistem.

Anak dapat mulai mengenal ekosistem pembayaran digital melalui pengalaman sehari-hari, sementara orang tua tetap memiliki kewenangan untuk menentukan batas penggunaan.

Bagi keluarga, pola tersebut juga membuka kesempatan untuk menjadikan transaksi digital sebagai bagian dari pendidikan finansial.

Uang saku tidak sekadar diberikan untuk dibelanjakan, tetapi dapat menjadi sarana mengenalkan perencanaan pengeluaran, prioritas kebutuhan, dan keamanan finansial di lingkungan digital.

Editor : Lugas Rumpakaadi
google wallet