Raksasa Gim EA FC dan The Sims Beralih Kepemilikan, PIF Arab Saudi Kuasai Mayoritas Saham EA

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:09 WIB
Electronic Arts (EA), pembuat EA FC dan The Sims, resmi menjadi perusahaan privat setelah diakuisisi investor Arab Saudi senilai Rp982 triliun. (EA)
Electronic Arts (EA), pembuat EA FC dan The Sims, resmi menjadi perusahaan privat setelah diakuisisi investor Arab Saudi senilai Rp982 triliun. (EA)

RADAR BANYUWANGI - Perusahaan gim ternama dunia, Electronic Arts (EA), resmi memasuki babak baru setelah proses akuisisi senilai 55 miliar dolar AS atau sekitar Rp982 triliun rampung. Pengembang gim populer seperti EA FC dan The Sims itu kini berstatus sebagai perusahaan tertutup atau private company.

Dilansir dari Engadget pada Selasa (4/8) waktu setempat, proses akuisisi tersebut selesai setelah EA memastikan seluruh persyaratan dan perizinan telah terpenuhi. Penyelesaian transaksi ini berlangsung beberapa bulan lebih lambat dibandingkan jadwal awal yang telah direncanakan.

Rencana pengambilalihan EA pertama kali diumumkan pada September tahun lalu. Setelah itu, kesepakatan tersebut mendapat persetujuan dari para pemegang saham perusahaan beberapa bulan kemudian.

Dalam struktur kepemilikan baru, Dana Investasi Publik atau Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi menjadi pemegang saham terbesar dengan menguasai lebih dari 93 persen saham EA. Selain PIF, perusahaan ekuitas swasta Silver Lake dan Affinity Partners turut bergabung sebagai bagian dari kelompok pemilik baru.

Meski terjadi perubahan status perusahaan, posisi Andrew Wilson sebagai Chief Executive Officer (CEO) EA tetap dipertahankan. Markas utama perusahaan juga tidak mengalami perubahan dan masih berlokasi di Redwood City, California, Amerika Serikat.

Akuisisi EA ini menjadi salah satu transaksi terbesar dalam industri gim dunia. Proses pembelian tersebut menggunakan skema leveraged buyout atau akuisisi dengan pendanaan utang. Investor memanfaatkan pembiayaan utang sebesar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp357 triliun yang akan dibayarkan secara bertahap.

Langkah tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah akuisisi perusahaan karena nilai pendanaan utangnya termasuk yang terbesar pernah digunakan dalam transaksi serupa.

Di sisi bisnis, EA masih menunjukkan kinerja positif sebelum perubahan kepemilikan. Pada kuartal fiskal terbaru yang berakhir 30 Juni, perusahaan mencatat laba sebesar 387 juta dolar AS atau sekitar Rp6,9 triliun setelah memperhitungkan biaya operasional dan kewajiban pajak.

Usai akuisisi resmi berlaku, Andrew Wilson menyampaikan pesan kepada para karyawan EA. Ia menegaskan bahwa perubahan kepemilikan tidak mengubah arah utama perusahaan dalam menciptakan pengalaman bermain bagi komunitas gamer di seluruh dunia.

"Kami tetap berkomitmen membangun gim, komunitas, dan budaya kreatif terbaik di dunia," ujar Andrew.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Electronic Arts