RADAR BANYUWANGI - Upaya perusahaan teknologi asal China, Huawei, dalam memperkuat industri semikonduktor nasional diperkirakan mulai membuahkan hasil. Laporan terbaru dari American Enterprise Institute (AEI) memproyeksikan Huawei mampu memenuhi hingga separuh kebutuhan chip kecerdasan artifisial (AI) di China pada 2028.
Laporan bertajuk Jalan China Menuju Kemandirian Chip yang diterbitkan AEI pada Juli 2026 menyebut China berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan kapasitas produksi akselerator AI dalam skala besar. Salah satu motor utamanya adalah pengembangan chip seri Ascend yang dilakukan Huawei.
Dalam proyeksi tersebut, chip Ascend diperkirakan dapat memenuhi sekitar sepertiga hingga setengah dari permintaan chip AI di pasar domestik China pada 2028.
"Bahkan dalam skenario paling pesimistis kami, Huawei dapat memenuhi sepertiga dari permintaan komputasi China pada tahun 2028," demikian isi laporan AEI, dikutip Antara.
Selain mengembangkan chip AI untuk pusat data dan komputasi berkinerja tinggi, Huawei juga disebut terus meningkatkan produksi chip AI untuk perangkat telepon pintar. Permintaan terhadap komponen tersebut diperkirakan masih akan tumbuh lebih dari 50 persen seiring meningkatnya adopsi teknologi kecerdasan artifisial di berbagai sektor.
Huawei juga terus memperkenalkan berbagai solusi baru untuk meningkatkan efisiensi pengembangan teknologi semikonduktornya. Salah satu produk yang disiapkan perusahaan adalah Ascend 950DT, yang diposisikan sebagai alternatif bagi prosesor AI kelas atas yang selama ini didominasi Nvidia.
AEI juga memperkirakan tingkat kemandirian Huawei dalam industri chip AI dapat tercapai pada 2030. Proyeksi tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap teknologi dan pasokan dari luar negeri.
Laporan itu turut menilai kebijakan pembatasan ekspor chip AI yang diterapkan Amerika Serikat terhadap China justru mendorong percepatan pengembangan industri semikonduktor domestik. Alih-alih menghambat, pembatasan tersebut dinilai menjadi katalis bagi perusahaan-perusahaan teknologi China, termasuk Huawei, untuk mempercepat inovasi dan meningkatkan kapasitas produksi chip AI.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara