Baterai Handphone Lebih Awet, Kenali Lima Kebiasaan yang Perlu Dihindari Sejak Sekarang

Anisatul Septi Ramadhani • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 14:01 WIB
Baterai handphone yang cepat habis tidak selalu disebabkan usia perangkat. (Rahma untuk Radar Banyuwangi)
Baterai handphone yang cepat habis tidak selalu disebabkan usia perangkat. (Rahma untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Handphone telah menjadi perangkat yang hampir tidak bisa dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Bagi pelajar, perangkat ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai alat komunikasi, tetapi juga untuk mengakses materi pembelajaran, mencari informasi, mengerjakan tugas, hingga menikmati hiburan.

Di balik tingginya intensitas penggunaan, banyak pengguna mengeluhkan baterai handphone yang semakin cepat habis. Kondisi tersebut tidak selalu dipengaruhi usia perangkat. Kebiasaan saat menggunakan maupun mengisi daya juga memiliki peran penting terhadap kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Karena itu, pengguna perlu menerapkan pola penggunaan yang lebih bijak agar performa baterai tetap optimal dan usia pakainya lebih panjang.

Berikut lima kebiasaan yang sebaiknya dihindari.

1. Membiarkan Baterai Hingga Benar-Benar Habis

Masih banyak pengguna yang baru mengisi daya ketika baterai mencapai nol persen. Padahal, baterai lithium-ion yang digunakan pada sebagian besar handphone modern lebih ideal diisi ulang sebelum daya benar-benar habis.

Mengisi daya saat kapasitas baterai mulai menipis dinilai lebih baik untuk menjaga performa penggunaan sehari-hari dibandingkan membiarkannya kosong secara berulang.

2. Tetap Menggunakan Handphone saat Proses Pengisian Daya

Bermain gim, menonton video dalam waktu lama, atau menjalankan aplikasi berat ketika handphone sedang diisi daya dapat meningkatkan suhu perangkat.

Panas berlebih menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan baterai. Apabila suhu handphone mulai meningkat, pengguna disarankan menghentikan aktivitas sementara hingga temperatur kembali normal.

3. Menggunakan Charger yang Tidak Sesuai Spesifikasi

Pemilihan charger juga memengaruhi kualitas pengisian daya. Penggunaan charger yang tidak kompatibel atau berkualitas rendah berpotensi membuat proses pengisian tidak optimal.

Pengguna sebaiknya memakai charger bawaan atau produk dari produsen terpercaya dengan spesifikasi yang sesuai. Selain itu, kondisi kabel dan adaptor juga perlu diperiksa secara berkala. Jika mengalami kerusakan, sebaiknya segera diganti.

4. Membiarkan Handphone Terpapar Suhu Panas

Lingkungan dengan suhu tinggi dapat mempercepat peningkatan temperatur perangkat. Meletakkan handphone di bawah sinar matahari langsung, di dalam kendaraan yang terparkir, atau di lokasi yang panas sebaiknya dihindari.

Risiko tersebut semakin besar ketika perangkat sedang digunakan atau diisi daya. Menjaga handphone pada suhu lingkungan yang normal dapat membantu mengurangi potensi panas berlebih yang berdampak pada baterai.

5. Membiarkan Banyak Aplikasi Aktif di Latar Belakang

Tanpa disadari, banyak aplikasi tetap berjalan meski tidak sedang digunakan. Semakin banyak aplikasi yang aktif di latar belakang, semakin besar pula konsumsi daya baterai.

Pengguna dapat memantau penggunaan baterai melalui menu pengaturan perangkat untuk mengetahui aplikasi yang paling banyak mengonsumsi daya. Aplikasi yang sudah tidak diperlukan dapat ditutup atau dihapus agar penggunaan baterai lebih efisien.

Menjaga kesehatan baterai tidak memerlukan langkah yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti mengisi daya dengan benar, menggunakan charger yang sesuai, menghindari suhu panas, serta mengelola aplikasi yang berjalan di latar belakang dapat membantu mempertahankan performa baterai.

Editor : Lugas Rumpakaadi
baterai handphone