RADARBANYUWANGI.ID - Pengguna ponsel pintar berbasis Android diperkirakan harus bersiap menghadapi kenaikan harga perangkat dalam waktu dekat. Penyebabnya, produsen chipset Qualcomm berencana menaikkan harga lini prosesor Snapdragon mulai 1 September 2026.
Kebijakan tersebut diprediksi tidak hanya berdampak pada harga smartphone Android, tetapi juga merembet ke berbagai perangkat elektronik lain yang menggunakan chipset Snapdragon. Mulai dari tablet hingga perangkat wearable berpotensi mengalami penyesuaian harga akibat meningkatnya biaya komponen utama.
Chief Executive Officer (CEO) Qualcomm, Cristiano Amon, mengatakan keputusan menaikkan harga ditempuh sebagai langkah menjaga margin keuntungan perusahaan sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok di tengah meningkatnya biaya produksi industri semikonduktor.
Menurut Amon, berbagai komponen biaya mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari produksi wafer, proses perakitan, pengujian, pengemasan, hingga melonjaknya harga memori yang ikut membebani ongkos produksi chipset.
"Kami menangani kondisi ini sebagai langkah jangka pendek melalui penyesuaian harga," ujar Amon sebagaimana dikutip dari Gadgets 360, Kamis (30/7/2026), dikutip Antara.
Lonjakan biaya produksi tersebut juga memengaruhi perilaku konsumen. Qualcomm menilai masyarakat kini cenderung lebih selektif dalam membeli perangkat baru. Banyak pengguna memilih smartphone kelas premium dengan harga lebih terjangkau atau membeli model generasi sebelumnya dibandingkan langsung beralih ke produk terbaru.
Keputusan kenaikan harga diumumkan setelah Qualcomm merilis laporan keuangan kuartal ketiga tahun 2026. Pada periode tersebut, pendapatan divisi chipset smartphone turun 20 persen secara tahunan menjadi 5,1 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp92,1 triliun.
Penurunan tersebut dipengaruhi melemahnya permintaan pasar, terutama dari Tiongkok, serta masih berlangsungnya tekanan pasokan memori yang berdampak terhadap biaya produksi. Meski demikian, Qualcomm menyebut kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan masih berada pada level yang sehat.
Hingga kini Qualcomm belum mengungkapkan besaran resmi kenaikan harga chipset Snapdragon. Namun, sejumlah laporan industri memperkirakan penyesuaian harga dapat mencapai dua digit untuk pengiriman produk setelah 1 September 2026.
Apabila proyeksi tersebut terealisasi, berbagai produsen smartphone Android diperkirakan akan terdampak. Merek-merek yang selama ini mengandalkan chipset Snapdragon, seperti Samsung, Xiaomi, Realme, Oppo, hingga OnePlus, berpotensi melakukan penyesuaian harga produk mereka di pasar.
Di tengah kebijakan kenaikan harga tersebut, Qualcomm tetap melanjutkan agenda inovasinya. Perusahaan dijadwalkan memperkenalkan chipset flagship terbaru Snapdragon 8 Elite Gen 6 dalam ajang Snapdragon Summit pada September mendatang.
Chipset generasi terbaru itu diproyeksikan menjadi dapur pacu berbagai smartphone flagship generasi berikutnya, di antaranya Xiaomi 18, OnePlus 16, dan Samsung Galaxy S27 Series.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara