Samsung Belum Beri Pernyataan, Pengguna Galaxy S24 Ultra dan S25 Ultra Keluhkan Penurunan Daya Usai Update Juli 2026

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 13:26 WIB
Pengguna Samsung Galaxy S25 Ultra dan S24 Ultra ramai mengeluhkan baterai lebih boros. (Samsung)
Pengguna Samsung Galaxy S25 Ultra dan S24 Ultra ramai mengeluhkan baterai lebih boros. (Samsung)

RADARBANYUWANGI.ID - Keluhan bermunculan dari sejumlah pengguna ponsel premium Samsung setelah memasang pembaruan (update) patch keamanan Juli 2026. Alih-alih meningkatkan keamanan dan performa perangkat, pembaruan tersebut justru diduga memicu penurunan daya tahan baterai hingga membuat ponsel lebih cepat panas.

Laporan paling banyak datang dari pemilik Samsung Galaxy S25 Ultra dan Galaxy S24 Ultra. Sejumlah pengguna mengaku mengalami penurunan performa baterai secara drastis setelah pembaruan sistem selesai dipasang.

Mengacu laporan Gizmochina yang terbit Kamis (30/7/2026), keluhan tersebar di berbagai kanal digital, mulai forum resmi Komunitas Samsung, Reddit, hingga sejumlah portal teknologi. Pola laporan yang serupa membuat dugaan mengarah pada adanya bug pada perangkat lunak, bukan kerusakan komponen perangkat.

Salah seorang pengguna Galaxy S25 Ultra mengungkapkan bahwa perangkatnya sebelumnya tidak mengalami kendala apa pun. Namun, setelah memasang patch Juli 2026, kapasitas baterai yang terisi penuh 100 persen turun menjadi sekitar 85 persen saat tengah malam meski ponsel tidak digunakan.

Tak hanya itu, pada siang hari baterai bahkan tersisa sekitar 5 persen dengan durasi penggunaan layar aktif atau screen-on time hanya sekitar dua jam. Kondisi tersebut dinilai jauh berbeda dibandingkan sebelum pembaruan dilakukan.

Keluhan serupa juga disampaikan pengguna Galaxy S25 Ultra lainnya. Ia mengaku baterai perangkat berkurang sekitar 5 hingga 7 persen setiap jam saat berada dalam kondisi siaga (standby). Padahal, sebelum pembaruan, penurunan daya dalam kondisi tersebut nyaris tidak pernah terjadi.

Pengguna Galaxy S24 Ultra turut melaporkan masalah yang sama. Jika sebelumnya ponsel mampu bertahan seharian untuk mendukung aktivitas, kini daya baterai disebut jauh lebih cepat habis setelah menerima pembaruan keamanan Juli 2026.

Masalah tidak berhenti pada konsumsi daya. Sejumlah pengguna juga mengeluhkan suhu perangkat meningkat lebih cepat, bahkan ketika hanya digunakan untuk aktivitas ringan atau dalam kondisi diam. Sebagian lainnya menyebut proses pengisian daya menjadi lebih lambat dibandingkan sebelumnya.

Hingga kini, laporan gangguan tersebut mayoritas berasal dari lini Galaxy S24 Ultra dan Galaxy S25 Ultra yang telah memasang firmware patch Juli 2026. Meski tidak dialami seluruh pengguna, banyaknya laporan dengan pola yang sama memperkuat dugaan adanya persoalan pada perangkat lunak.

Sampai berita ini ditulis, Samsung belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan bug tersebut maupun jadwal peluncuran pembaruan perbaikan. Kondisi itu membuat pengguna terdampak hanya dapat menunggu respons resmi dari perusahaan.

Berbagai langkah mandiri sebenarnya telah dicoba pengguna untuk mengurangi konsumsi daya, mulai membatasi aplikasi yang berjalan di latar belakang hingga memeriksa proses sistem yang aktif. Namun, berbagai upaya tersebut dilaporkan belum memberikan perubahan yang berarti.

Fenomena penurunan performa baterai setelah pembaruan perangkat lunak bukan kali pertama terjadi pada ekosistem Android. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, Samsung biasanya merilis pembaruan susulan untuk memperbaiki bug yang muncul setelah distribusi patch keamanan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Samsung Galaxy S25 Ultra