Alphabet Kembangkan Chip AI Frozen v2, Diklaim Hingga 10 Kali Lebih Efisien untuk Gemini

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 12:01 WIB
Alphabet dilaporkan mengembangkan chip AI kustom Frozen v2 untuk mendukung Gemini. (Google)
Alphabet dilaporkan mengembangkan chip AI kustom Frozen v2 untuk mendukung Gemini. (Google)

RADARBANYUWANGI.ID - Alphabet dilaporkan tengah menyiapkan chip server kecerdasan artifisial (AI) generasi baru untuk memperkuat kemampuan model AI andalannya, Gemini. Chip kustom tersebut mengusung nama kode Frozen v2 dan disebut-sebut akan menjadi salah satu lompatan besar perusahaan dalam meningkatkan efisiensi komputasi AI.

Laporan yang pertama kali diungkap TechCrunch menyebutkan proyek internal itu masih berada dalam tahap pengembangan. Berdasarkan informasi dari sumber anonim, Frozen v2 ditargetkan meluncur pada 2028.

Dari sisi teknis, chip tersebut diproyeksikan mampu bekerja enam hingga sepuluh kali lebih efisien dibandingkan chip AI yang saat ini digunakan Google. Ukuran efisiensi dihitung dari kemampuan menghasilkan lebih banyak token untuk setiap unit daya komputasi yang digunakan.

Apabila target tersebut tercapai, Frozen v2 berpotensi menekan konsumsi energi sekaligus meningkatkan performa layanan berbasis AI milik Google, termasuk Gemini yang menjadi salah satu fokus utama pengembangan perusahaan.

Menanggapi laporan tersebut, Google tidak memberikan konfirmasi maupun bantahan secara langsung. Perusahaan hanya menegaskan bahwa riset terhadap teknologi baru terus dilakukan untuk meningkatkan performa dan efisiensi layanan.

"Tim kami terus melakukan penelitian dan eksperimen terhadap berbagai inovasi baru untuk menghadirkan performa dan efisiensi maksimal bagi pengguna dan pelanggan kami," tulis Google dalam pernyataan resminya, dikutip Antara.

Google juga menegaskan bahwa tidak semua proyek riset akan berakhir menjadi produk komersial. Meski demikian, proses eksperimen dinilai penting untuk memastikan perangkat keras dan perangkat lunak dikembangkan secara bersamaan sehingga mampu menghasilkan sistem yang lebih terintegrasi.

Perusahaan menyebut pendekatan tersebut memungkinkan seluruh komponen teknologi dioptimalkan sejak tahap awal agar sesuai dengan kebutuhan komputasi di dunia nyata.

Pengembangan chip AI mandiri kini menjadi strategi yang ditempuh sejumlah perusahaan teknologi global. Selain meningkatkan efisiensi operasional model AI, langkah tersebut juga bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pemasok chip eksternal di tengah melonjaknya kebutuhan kapasitas komputasi.

Selama beberapa tahun terakhir, NVIDIA masih menjadi pemain dominan dalam penyediaan chip AI untuk berbagai perusahaan teknologi. Namun, tingginya permintaan serta besarnya biaya investasi mendorong banyak perusahaan mulai mengembangkan solusi perangkat keras sendiri.

Persaingan pun semakin ketat. Pada Juni lalu, OpenAI memperkenalkan chip kustom pertamanya untuk kebutuhan inferensi AI yang diberi nama Jalapeño. Sementara itu, Anthropic dilaporkan mulai menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk mengembangkan chip AI mandiri.

Di sisi lain, besarnya investasi Alphabet pada infrastruktur AI juga menjadi perhatian investor. Tahun ini perusahaan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar 180 miliar hingga 190 miliar dolar AS atau setara Rp3.229 triliun hingga Rp3.408 triliun.

Laporan mengenai pengembangan Frozen v2 pun disambut positif oleh pasar. Harapan terhadap peningkatan efisiensi biaya operasional AI mendorong optimisme investor, sehingga saham Alphabet dilaporkan menguat sekitar 3 persen pada sesi perdagangan Senin (20/7) waktu setempat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Alphabet Chip AI NVIDIA Gemini AI google