China Siapkan Era Misi Antariksa Berdurasi Panjang, Awak Shenzhou-23 Rampungkan Pengujian Perilaku di Tiangong

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 11:54 WIB
Awak Shenzhou-23 menyelesaikan uji pengambilan keputusan darurat dan kondisi emosional di stasiun antariksa Tiangong. (Pexels/Oscar Sánchez)
Awak Shenzhou-23 menyelesaikan uji pengambilan keputusan darurat dan kondisi emosional di stasiun antariksa Tiangong. (Pexels/Oscar Sánchez)

RADARBANYUWANGI.ID - Tiga awak misi antariksa Shenzhou-23 menyelesaikan serangkaian penilaian kemampuan pengambilan keputusan dalam situasi darurat serta pengujian kondisi emosional selama bertugas di stasiun antariksa Tiangong. Pengujian tersebut menjadi bagian dari riset China untuk memahami dampak penerbangan antariksa jangka panjang terhadap perilaku manusia.

Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada Senin (20/7/2026) menyampaikan, ketiga astronaut telah berada di orbit selama hampir dua bulan. Salah satu awak merupakan perempuan yang berasal dari Daerah Administratif Khusus Hong Kong.

Misi Shenzhou-23 memiliki target baru dibandingkan penerbangan sebelumnya. Salah seorang astronaut dijadwalkan menetap di orbit selama satu tahun guna menjalankan program penelitian manusia di lingkungan antariksa pertama milik China. Program tersebut juga bertujuan mengumpulkan data mengenai dampak penerbangan antariksa berdurasi panjang terhadap kondisi fisik maupun psikologis astronaut.

Dalam video mingguan yang dirilis CMSA pada Minggu (19/7), para awak tampak mengenakan sensor serta perangkat virtual reality (VR) untuk memantau aktivitas gelombang otak. Pengujian itu menjadi bagian dari lebih dari 100 proyek sains dan aplikasi yang sedang berlangsung di stasiun antariksa Tiangong.

Selain penelitian di bidang kedokteran antariksa, para astronaut juga memasang perangkat penelitian paparan radiasi biologis dan kamera eksternal pada salah satu modul laboratorium. Mereka turut menguji instrumen pengukuran yang dibawa sebagai muatan dalam misi tersebut.

CMSA juga mengungkapkan bahwa baterai penyimpan energi generasi baru akan diuji di orbit. Hasil pengujian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sekaligus pemutakhiran sistem stasiun antariksa Tiangong pada masa mendatang.

China meluncurkan wahana antariksa berawak Shenzhou-23 pada 24 Mei. Berbeda dengan misi-misi sebelumnya yang umumnya berlangsung sekitar enam bulan, penerbangan kali ini menjadi tonggak baru karena salah satu awak direncanakan menjalani masa tinggal hingga satu tahun di orbit.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Shenzhou-23 Tiangong China Manned Space Agency astronaut China penelitian antariksa