RADAR BANYUWANGI – OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar memasuki pasar perangkat keras (hardware) konsumen. Perusahaan pengembang ChatGPT itu disebut akan meluncurkan smart speaker portabel tanpa layar sebagai produk konsumen pertamanya, di tengah memanasnya perseteruan hukum dengan Apple terkait dugaan pencurian rahasia dagang.
Laporan Bloomberg yang terbit Selasa (15/7) menyebut perangkat tersebut masih dalam tahap pengembangan. Produk ini dirancang menjadi pendamping berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu berinteraksi secara alami dengan pengguna di dalam rumah.
Kabar tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Apple menggugat OpenAI serta dua mantan karyawannya. Raksasa teknologi asal Cupertino itu menuding OpenAI menjalankan upaya sistematis untuk memperoleh informasi rahasia perusahaan melalui perekrutan mantan pegawai dan hubungan dengan pemasok guna mempercepat pengembangan bisnis hardware AI.
Speaker AI Tanpa Layar Jadi Langkah Baru OpenAI
Masuknya OpenAI ke pasar perangkat fisik dinilai menjadi strategi penting untuk memperluas sumber pendapatan perusahaan yang disebut-sebut tengah bersiap menuju penawaran saham perdana (IPO).
Sebelumnya, pada 2025 OpenAI menggelontorkan dana sekitar USD 6,5 miliar untuk mengakuisisi io, startup perangkat AI yang didirikan bersama mantan Chief Design Officer Apple, Jony Ive. Akuisisi tersebut menjadi fondasi pengembangan perangkat generasi baru yang dirancang khusus untuk era kecerdasan buatan generatif.
Menurut sumber Bloomberg, perangkat baru itu memiliki bentuk menyerupai speaker portabel. Namun, fungsinya jauh melampaui smart speaker konvensional yang telah lebih dulu hadir di pasar.
Mampu Mengendalikan Rumah Pintar hingga Menjawab Pesan
Perangkat AI besutan OpenAI disebut akan mengintegrasikan kemampuan ChatGPT secara penuh. Pengguna nantinya dapat menggunakannya untuk:
-
mengendalikan perangkat smart home,
-
memutar musik dan media,
-
menjawab berbagai pertanyaan,
-
membalas pesan,
-
memberikan informasi kontekstual secara real time.
Keunggulan lain terletak pada keberadaan kamera serta berbagai sensor yang memungkinkan perangkat memahami kondisi sekitar pengguna. Dengan kemampuan tersebut, AI diharapkan mampu memberikan respons yang lebih personal dibandingkan smart speaker generasi sebelumnya.
Jony Ive dan Mantan Desainer Apple Terlibat
Pengembangan perangkat ini juga melibatkan studio desain LoveFrom, perusahaan yang didirikan Jony Ive setelah meninggalkan Apple.
Selain Ive, sejumlah mantan desainer dan insinyur Apple yang sebelumnya mengerjakan iPhone maupun Mac juga disebut ikut membangun divisi perangkat OpenAI.
Kolaborasi tersebut memperkuat ambisi OpenAI untuk menghadirkan perangkat AI yang tidak hanya mengandalkan kecanggihan perangkat lunak, tetapi juga menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih alami melalui desain premium.
Gugatan Apple Bayangi Langkah OpenAI
Di sisi lain, ekspansi OpenAI ke bisnis hardware dibayangi sengketa hukum dengan Apple.
Dalam gugatan yang diajukan pekan lalu, Apple menuduh OpenAI merekrut mantan karyawan dan memanfaatkan hubungan dengan pemasok untuk memperoleh informasi rahasia perusahaan. Apple menilai tindakan tersebut bertujuan mempercepat pengembangan produk AI konsumen.
Hingga laporan Reuters diterbitkan, OpenAI belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan maupun laporan mengenai perangkat barunya.
Meski demikian, jika proyek tersebut benar-benar terealisasi, OpenAI akan memasuki persaingan langsung dengan para pemain besar di pasar perangkat rumah pintar, sekaligus membuka babak baru dalam kompetisi industri AI yang kini tak lagi hanya berlangsung di ranah perangkat lunak, tetapi juga perangkat keras. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Reuters