RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah geliat industri manufaktur nasional, sebuah kawasan di ujung utara Banyuwangi terus berdetak tanpa henti. Deru mesin berpadu dengan aktivitas pekerja yang silih berganti menyelesaikan rangkaian kereta dan gerbong. Dari Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, PT INKA Banyuwangi kini semakin dekat mewujudkan ambisi besar: menjadi pusat produksi kereta api modern Indonesia.
Hingga awal Juni 2026, PT INKA Banyuwangi hampir menuntaskan dua proyek raksasa sekaligus, yakni produksi 16 trainset kereta rel listrik (KRL) dan 1.125 unit gerbong datar untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Dua proyek yang mulai dikerjakan sejak akhir 2023 dan akhir 2024 tersebut kini memasuki tahap akhir penyelesaian.
Untuk proyek KRL, tujuh trainset telah beroperasi melayani penumpang di lintas Jabodetabek. Sementara sisanya tengah dalam proses penyelesaian dan pengiriman.
Di sisi lain, produksi gerbong datar juga menunjukkan progres signifikan. Pabrik yang berdiri di kawasan Desa Ketapang itu telah menyelesaikan lebih dari 90 persen pengiriman dari total 1.125 unit gerbong datar yang kini beroperasi di wilayah Sumatera Selatan.
Tak hanya itu, dari total 19 trainset yang diproduksi untuk kebutuhan lain, sebanyak 18 trainset telah dikirim ke lokasi operasional di Sumatera.
Capaian tersebut membuat PT INKA semakin percaya diri mempercepat pengembangan fasilitas produksi di Banyuwangi.
Senior Manager Humas dan Kantor Perwakilan PT INKA, Hartono, mengatakan perusahaan terus melakukan percepatan pengembangan fasilitas sebagai respons atas kebutuhan kereta nasional yang terus meningkat.
Langkah tersebut juga menjadi tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mendorong penguatan industri transportasi berbasis produksi dalam negeri.
"Berbagai fasilitas produksi seperti mesin-mesin terbaru dan fasilitas pengujian terus ditingkatkan, termasuk pembangunan test track yang mengelilingi kawasan pabrik," ujar Hartono.
Keberadaan test track itu nantinya memungkinkan seluruh proses pengujian kereta dilakukan langsung di kawasan pabrik sebelum dikirim ke pengguna.
Menurut Hartono, Banyuwangi akan memegang peran yang semakin strategis dalam peta industri perkeretaapian nasional.
Jika selama ini pabrik utama PT INKA di Madiun menjadi pusat produksi berbagai jenis kereta, ke depan Banyuwangi diproyeksikan menjadi basis produksi kereta berteknologi tinggi dan berpenggerak.
"Nantinya semua kereta berteknologi tinggi atau berpenggerak akan diproduksi di Banyuwangi. Kami berkomitmen menjadikan pabrik ini sebagai pusat produksi kereta api nasional yang modern dan berdaya saing," tegasnya.
Ambisi itu bukan tanpa dasar.
Dengan peningkatan fasilitas yang terus dilakukan, kapasitas produksi PT INKA Banyuwangi ditargetkan mencapai 250 kereta (car) setiap tahun.
Angka tersebut akan menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu pusat manufaktur kereta terbesar di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri transportasi berbasis rel.
Prospek itu semakin terbuka setelah PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan komitmennya untuk memesan 30 trainset KRL baru kepada PT INKA.
Rencana pengadaan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru pada 4 November 2025.
Arahan tersebut menegaskan pentingnya penggunaan produk dalam negeri untuk memperkuat industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin bahkan menegaskan bahwa seluruh pengadaan trainset ke depan akan diarahkan kepada PT INKA.
Menurut dia, penguatan industri kereta nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Banyuwangi untuk bersama-sama mendukung pabrik INKA di Banyuwangi agar kemudian menjadi sebuah kebanggaan kita bersama," ujarnya.
Ajakan itu seolah menjadi penegas bahwa keberadaan PT INKA Banyuwangi bukan hanya soal produksi kereta.
Lebih dari itu, pabrik yang berdiri di lahan luas di kawasan Ketapang tersebut telah menjadi simbol kebangkitan industri manufaktur di ujung timur Pulau Jawa.
Dari Banyuwangi, kereta-kereta modern mulai diproduksi untuk melayani jutaan masyarakat Indonesia.
Dan dalam beberapa tahun ke depan, bukan tidak mungkin nama Banyuwangi akan semakin dikenal sebagai kota industri kereta api nasional yang mampu bersaing di tingkat global. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin