RADARBANYUWANGI.ID – Honda menegaskan langkah besar dalam transformasi industri otomotif global dengan rencana menghentikan seluruh produksi sepeda motor berbahan bakar bensin pada tahun 2040.
Ke depan, seluruh lini kendaraan roda dua Honda hanya akan terdiri dari model listrik murni dan teknologi sel bahan bakar hidrogen.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi elektrifikasi jangka panjang yang telah disusun perusahaan sejak beberapa tahun terakhir.
Target 100 Persen Penjualan Kendaraan Listrik
Honda menargetkan pada 2040 seluruh penjualan globalnya berasal dari kendaraan listrik.
Kebijakan ini mencakup sepeda motor maupun mobil, sekaligus menandai berakhirnya era mesin pembakaran internal di perusahaan tersebut.
Dalam peta jalan yang telah dirancang, Honda menargetkan kontribusi kendaraan listrik dan fuel cell mencapai 40 persen pada 2030, meningkat menjadi 80 persen pada 2035, dan akhirnya 100 persen pada 2040.
Langkah ini juga memperkuat posisi Honda dalam persaingan industri otomotif global yang semakin mengarah pada teknologi ramah lingkungan.
Siapkan 10 Model Kendaraan Listrik dan Ekspansi Pasar
Dalam jangka pendek, Honda berencana meluncurkan sekitar 10 model kendaraan listrik pada 2025, termasuk sepeda motor dan mobil.
Perusahaan juga menargetkan penjualan 1 juta unit sepeda motor listrik pada 2026.
Angka tersebut akan terus ditingkatkan hingga mencapai 3,5 juta unit per tahun pada 2030, atau setara sekitar 15 persen dari total penjualan global sepeda motor.
Seiring dengan itu, model sepeda motor berbahan bakar bensin akan secara bertahap digantikan oleh versi listrik sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Investasi Jumbo untuk Riset dan Pengembangan
Untuk mendukung transformasi ini, Honda menyiapkan investasi besar mencapai 5 triliun yen atau setara ribuan triliun rupiah untuk penelitian dan pengembangan teknologi elektrifikasi.
Investasi ini difokuskan pada pengembangan baterai, efisiensi kendaraan listrik, serta inovasi teknologi pendukung lainnya.
Salah satu teknologi unggulan yang menjadi fokus adalah Mobile Power Pack, sistem baterai modular yang dirancang untuk sepeda motor listrik.
Honda bahkan berencana meluncurkan model sepeda motor listrik yang menggunakan dua paket baterai tersebut dalam waktu dekat.
Motor Listrik Jadi Solusi Masa Depan
Honda melihat kendaraan listrik sebagai solusi paling ideal untuk kendaraan kecil, termasuk sepeda motor.
Selain lebih ramah lingkungan, teknologi ini dinilai lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masa depan.
Perubahan ini juga dipicu oleh meningkatnya tuntutan global terhadap pengurangan emisi karbon serta regulasi ketat di berbagai negara.
Target Netralitas Karbon 2050
Selain menghentikan motor bensin, Honda juga menargetkan mencapai netralitas karbon untuk seluruh produk dan operasional bisnisnya pada tahun 2050.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya global mengatasi perubahan iklim.
Tantangan Besar di Balik Transisi
Meski ambisius, rencana ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Keberhasilan transisi menuju kendaraan listrik sangat bergantung pada sejumlah faktor, seperti kesiapan infrastruktur energi, biaya produksi, serta penerimaan pasar di berbagai negara.
Di beberapa wilayah, kendaraan berbahan bakar bensin masih menjadi pilihan utama karena harga yang lebih terjangkau dan ketersediaan infrastruktur yang lebih matang.
Transformasi Industri Otomotif Global
Strategi Honda ini mencerminkan pergeseran besar dalam industri transportasi global.
Banyak produsen otomotif kini berlomba-lomba mengembangkan kendaraan listrik sebagai masa depan mobilitas.
Dengan langkah tegas ini, Honda menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam era elektrifikasi.
Jika rencana berjalan sesuai target, tahun 2040 akan menjadi titik balik penting, tidak hanya bagi Honda, tetapi juga bagi industri sepeda motor dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin