Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasokan Komponen Terganggu, Vendor Mulai Sesuaikan Harga Gadget

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 12 Maret 2026 | 19:15 WIB

Harga smartphone diprediksi naik akibat krisis chip memori global.
Harga smartphone diprediksi naik akibat krisis chip memori global.

RADARBANYUWANGI.ID - Harga ponsel pintar diperkirakan akan semakin mahal dalam waktu dekat seiring berlanjutnya krisis kelangkaan chip memori global. Kondisi tersebut membuat sejumlah produsen teknologi mulai menyesuaikan harga produk mereka, termasuk merek asal China seperti Oppo dan OnePlus.

Oppo mengonfirmasi akan menaikkan harga beberapa smartphone yang telah lebih dulu dirilis. Penyesuaian harga tersebut akan mulai berlaku pada 16 Maret 2026. Kebijakan ini diambil setelah perusahaan mengevaluasi lonjakan biaya produksi, terutama pada komponen memori RAM dan perangkat penyimpanan berkecepatan tinggi yang saat ini mengalami keterbatasan pasokan di pasar global.

Dalam pengumuman resminya, Oppo menyebut keputusan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas perangkat yang dipasarkan.

“Menanggapi meningkatnya biaya sejumlah komponen utama ponsel, termasuk perangkat keras penyimpanan berkecepatan tinggi, setelah melalui evaluasi yang cermat kami memutuskan menyesuaikan harga beberapa produk mulai 16 Maret 2026,” tulis Oppo dalam pemberitahuannya.

Penyesuaian harga disebut akan memengaruhi beberapa perangkat dari seri Oppo A dan seri K, serta ponsel dari merek OnePlus. Namun untuk sementara, produk flagship seperti seri Find, Reno, serta tablet Oppo Pad tidak termasuk dalam daftar kenaikan harga.

Belum ada kepastian apakah kebijakan ini juga akan berlaku di luar pasar China. Meski begitu, langkah tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa tekanan biaya produksi mulai berdampak langsung pada harga ponsel di pasar global.

Associate Market Analyst Devices Research IDC Indonesia, Vanessa Aurelia, mengatakan kenaikan harga sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal 2026. Menurutnya, krisis chip global yang masih berlangsung memicu peningkatan harga perangkat elektronik di berbagai negara.

“Karena itu, kenaikan harga akan lebih terlihat di segmen smartphone murah yang memiliki margin tipis,” ujarnya.

Ia menilai kondisi ini kemungkinan mulai membaik pada semester II tahun ini. Namun harga perangkat diperkirakan tetap relatif tinggi setidaknya hingga awal 2027.

Bagi konsumen, situasi tersebut berarti perlu menyiapkan anggaran lebih besar jika ingin membeli smartphone baru dalam waktu dekat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#oneplus #oppo