RADARBANYUWANGI.ID - Tren desain smartphone yang tipis kembali menguat di industri ponsel global. Sejumlah produsen kini berlomba menghadirkan perangkat dengan bodi ramping, ringan, namun tetap mempertahankan kesan premium.
Perhatian pasar semakin besar setelah Apple memperkenalkan iPhone 17 Air yang disebut-sebut sebagai iPhone paling tipis yang pernah dirilis perusahaan tersebut. Dengan ketebalan sekitar 5,6 mm, perangkat ini tampil berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Desain minimalis dengan modul kamera horizontal membuat iPhone 17 Air terlihat futuristik sekaligus elegan. Namun, harga yang diperkirakan mulai dari Rp21 juta membuatnya belum tentu terjangkau bagi semua pengguna.
Tren ini kemudian diikuti sejumlah produsen Android yang menghadirkan ponsel dengan desain serupa, tetapi dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong.
Honor menjadi salah satu vendor yang cepat merespons tren tersebut melalui Honor Magic8 Pro Air. Ponsel ini memiliki ketebalan sekitar 6,1 mm dengan bobot 155 gram. Modul kamera horizontal di bagian belakang membuat tampilannya sekilas menyerupai iPhone 17 Air. Di pasar China, perangkat ini dijual mulai 4.999 yuan atau sekitar Rp12,1 juta.
Sementara itu, Tecno menghadirkan Tecno Pova Slim yang bahkan lebih terjangkau. Smartphone dengan ketebalan 5,95 mm ini dilengkapi modul kamera kapsul horizontal berisi kamera utama 50 MP. Ponsel tersebut dijual sekitar 19.999 rupee atau setara Rp3,6 juta.
Alternatif lain datang dari Nubia Air yang memiliki desain kamera berbentuk pil horizontal. Dengan ketebalan sekitar 6,7 mm, ponsel ini dipasarkan di Eropa dengan harga sekitar 250 euro atau Rp4,8 juta.
Tecno juga merilis Spark Go 5G yang dibanderol sekitar Rp1,8 juta. Meski berada di kelas entry-level, desain kamera horizontalnya memberikan kesan premium.
Realme turut meramaikan tren ini lewat Realme 16 5G yang mengusung kamera utama 50 MP dengan sensor Sony IMX852.
Realme menyatakan, “Teknologi LumaColor Image memungkinkan warna lebih akurat dan detail foto lebih tajam.”
Tren smartphone tipis diperkirakan akan terus berkembang karena desain ramping dinilai lebih nyaman digenggam sekaligus memberikan kesan premium bagi pengguna.
Editor : Lugas Rumpakaadi