Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

AI Genie 3 Picu Kekhawatiran Industri Game, Google Beri Penjelasan

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 12 Maret 2026 | 17:15 WIB

Google klarifikasi Genie 3 bukan untuk menggantikan developer game.
Google klarifikasi Genie 3 bukan untuk menggantikan developer game.

RADARBANYUWANGI.ID - Kehadiran proyek kecerdasan buatan dari Google bernama Project Genie sempat mengguncang industri pengembangan game sejak diperkenalkan pada Januari lalu. Kekhawatiran di kalangan pengembang bahkan sempat memengaruhi pasar saham sejumlah perusahaan game seperti Unity dan Take-Two Interactive yang dilaporkan sempat mengalami penurunan.

Namun dalam konferensi pengembang game Game Developers Conference (GDC) yang baru berlangsung, pihak Google mencoba meluruskan berbagai kesalahpahaman tersebut. Menurut laporan GameFile yang dikutip oleh GamesIndustry.biz, teknologi AI ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran pengembang game.

Kepala tim di Google DeepMind, Alexandre Moufarex, menegaskan bahwa proyek tersebut memiliki tujuan riset yang lebih luas. Ia menjelaskan bahwa pengembangan Genie, khususnya versi terbaru Genie 3, lebih diarahkan untuk mengeksplorasi kemungkinan dunia virtual bagi agen AI dalam penelitian menuju Artificial General Intelligence (AGI).

“Kami tidak berpikir proyek ini bertujuan menggantikan developer game. Video game bukan tujuan utama kami, melainkan menciptakan dunia virtual bagi agen AI untuk bereksplorasi,” ujar Moufarex.

Ia juga menambahkan bahwa teknologi tersebut saat ini belum mampu menghasilkan game utuh dari nol. Dunia virtual yang dihasilkan AI masih memiliki keterbatasan teknis yang cukup besar.

Salah satu kendalanya adalah stabilitas lingkungan virtual yang dihasilkan. Menurut Moufarex, dunia yang dibangun oleh Genie dapat “runtuh” hanya dalam hitungan menit. Hal ini terjadi karena sistem bekerja dengan menghasilkan dunia secara frame-by-frame, mirip seperti video yang merespons perintah teks.

Selain itu, teknologi tersebut membutuhkan kapasitas memori yang sangat besar untuk mempertahankan konsistensi dunia virtual.

Meski demikian, Moufarex mengakui bahwa teknologi ini tetap berpotensi menarik bagi industri game. Para developer mungkin dapat memanfaatkannya sebagai alat bantu dalam tahap eksplorasi ide atau prototipe konsep game di masa depan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Genie 3 #google