Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Deepfake Jadi Momok, Laporan Terbaru Bongkar Kekhawatiran Publik Selandia Baru soal AI

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 3 Maret 2026 | 15:15 WIB

Open AI
Open AI

RADARBANYUWANGI.ID - Laporan Internet Insights 2025 yang dirilis pada Senin (2/3/2026) mengungkap tren menarik di Selandia Baru.

Di satu sisi, penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) meningkat signifikan.

Namun di sisi lain, kekhawatiran publik terhadap dampak sosial teknologi ini juga semakin menguat.

Laporan yang disusun oleh InternetNZ tersebut mencatat bahwa empat dari lima warga Selandia Baru menggunakan perangkat AI dalam setahun terakhir.

Mayoritas responden memanfaatkan AI untuk pencarian daring, menjawab pertanyaan, serta membantu proses penulisan.

Meski adopsi AI meluas, sebanyak 52 persen responden mengaku khawatir atau sangat khawatir terhadap dampak AI pada masyarakat.

Dua pertiga dari kelompok ini secara khusus menyoroti potensi penyalahgunaan AI untuk menghasilkan konten berbahaya, termasuk deepfake dan materi bermuatan jahat.

Selain itu, 64 persen responden menyatakan kecemasan terhadap minimnya regulasi dan payung hukum dalam pengembangan AI.

Isu privasi, bias dan diskriminasi algoritmik, serta potensi pelanggaran hak kekayaan intelektual menjadi sorotan utama.

Chief Executive InternetNZ, Vivien Maidaborn, menggambarkan situasi ini dengan analogi kuat, AI ibarat kereta yang sudah berangkat sebelum relnya dibangun.

Menurutnya, meski teknologi baru menawarkan peluang besar, fondasi regulasi dan tata kelola belum sepenuhnya siap untuk mencegah penyalahgunaan.

Survei yang melibatkan 1.003 orang dewasa pada akhir 2025 ini juga menyoroti penggunaan internet dan media sosial secara umum.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#deepfake #selandia baru #ai