Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dermaga Apung Rabanton Kian Diminati, Menlu: Solusi Infrastruktur Perairan Fleksibel hingga 30 Tahun

Sigit Hariyadi • Jumat, 20 Februari 2026 | 02:45 WIB
Dermaga apung Rabanton menjadi solusi adaptif dan fleksibel. Usia pakai hingga 30 tahun.
Dermaga apung Rabanton menjadi solusi adaptif dan fleksibel. Usia pakai hingga 30 tahun.

RADARBANYUWANGI.ID – Kebutuhan infrastruktur perairan di berbagai daerah terus meningkat.

Di tengah tren tersebut, produk dermaga apung dari Rabanton tumbuh sebagai solusi alternatif yang dinilai lebih adaptif, fleksibel, dan efisien.

Permintaan terhadap dermaga apung Rabanton datang dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai kawasan wisata bahari, pelabuhan rakyat, hingga sentra transportasi air skala kecil dan menengah.

Direktur Rabanton, Menlu, menyebut tren ini dipicu kebutuhan akan infrastruktur yang tidak memerlukan pembangunan permanen yang kompleks.

“Banyak daerah kini mencari solusi yang cepat dipasang, aman, dan tetap ekonomis dalam jangka panjang. Dermaga apung menjadi pilihan karena bisa digunakan hingga 30 tahun dengan perawatan yang tepat,” ujarnya.

Photo
Photo

Adaptif terhadap Perubahan Tinggi Muka Air

Menurut Menlu yang juga anggota Kamar Dagang dan Industri Banyuwangi, salah satu keunggulan utama dermaga apung terletak pada kemampuannya beradaptasi terhadap perubahan tinggi muka air.

Kondisi pasang surut, fluktuasi debit air, hingga dinamika aktivitas tambat perahu menjadi tantangan utama dalam pembangunan dermaga konvensional. Struktur permanen sering kali membutuhkan biaya besar dan proses konstruksi panjang.

Sebaliknya, sistem apung mampu mengikuti perubahan elevasi air secara otomatis, sehingga lebih aman dan nyaman bagi pengguna.

Sistem Modular, Bisa Dipindah dan Diperluas

Menlu yang juga dewan pembina Hipmi Banyuwangi menjelaskan, keunggulan lainnya adalah sistem modular.

Dengan desain modular, dermaga apung dapat diperluas atau dipindahkan sesuai kebutuhan tanpa harus membongkar konstruksi besar.

“Ini memberi keleluasaan bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha untuk menyesuaikan pengembangan kawasan tanpa risiko pemborosan anggaran,” katanya.

Model ini dinilai sangat cocok untuk kawasan wisata yang terus berkembang atau pelabuhan rakyat dengan aktivitas dinamis.

Biaya Lebih Efisien, Operasional Lebih Cepat

Dari sisi pembiayaan, dermaga apung relatif lebih hemat dibandingkan dermaga konvensional berbasis beton atau baja permanen. Proses instalasi yang cepat turut mempercepat operasional.

Artinya, potensi pendapatan dari sektor wisata bahari, transportasi air, maupun jasa logistik dapat segera berjalan tanpa harus menunggu proyek konstruksi jangka panjang selesai.

“Kecepatan pemasangan menjadi nilai tambah. Investasi bisa lebih cepat menghasilkan,” jelas Menlu.

Investasi Strategis Jangka Panjang

Penerima Sunrise of Java Awards 2026 itu menilai telah terjadi perubahan pola pikir di pasar. Jika sebelumnya dermaga kerap dianggap sebagai proyek musiman atau kebutuhan sementara, kini banyak pihak melihatnya sebagai investasi strategis jangka panjang.

Dengan usia pakai yang dapat mencapai tiga dekade, nilai ekonomisnya dinilai signifikan.

“Ini bukan sekadar fasilitas tambat perahu, tetapi bagian dari penggerak ekonomi kawasan,” tegasnya.

Dermaga apung, lanjut Menlu, dapat menjadi titik tumbuh aktivitas ekonomi baru, mulai UMKM wisata, jasa transportasi laut, hingga pengembangan destinasi berbasis perairan.

Prospek Infrastruktur Perairan Kian Cerah

Menlu optimistis, tren peningkatan kebutuhan infrastruktur perairan yang efisien dan fleksibel akan terus mendorong pertumbuhan permintaan dermaga apung dalam beberapa tahun ke depan.

Terlebih, banyak daerah kini fokus mengembangkan potensi wisata bahari dan konektivitas antarpulau. Infrastruktur yang cepat dibangun, aman, dan berbiaya terjangkau menjadi kebutuhan mendesak.

“Selama kebutuhan akan fleksibilitas dan efisiensi tetap tinggi, dermaga apung akan menjadi solusi yang relevan,” pungkasnya.

Dengan kombinasi daya tahan hingga 30 tahun, sistem modular, serta biaya yang kompetitif, dermaga apung Rabanton diproyeksikan terus menjadi pilihan utama dalam pembangunan infrastruktur perairan nasional. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Dermaga Apung #menlu #Rabanton #banyuwangi