Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Indonesia Peringkat 2 Dunia Durasi Penggunaan HP 2025, Warga RI Habiskan 414 Miliar Jam di Aplikasi Mobile

Ali Sodiqin • Selasa, 17 Februari 2026 | 14:00 WIB
Indonesia peringkat 2 dunia penggunaan HP 2025 dengan 414 miliar jam. Kalahkan AS dan negara ASEAN, hanya di bawah India menurut Sensor Tower.
Indonesia peringkat 2 dunia penggunaan HP 2025 dengan 414 miliar jam. Kalahkan AS dan negara ASEAN, hanya di bawah India menurut Sensor Tower.

RADARBANYUWANGI.ID - Indonesia kembali mencatatkan fenomena digital yang mencengangkan.

Untuk urusan durasi penggunaan aplikasi ponsel atau screen time, masyarakat Tanah Air menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara dan bahkan menempati posisi kedua dunia sepanjang 2025.

Berdasarkan laporan firma riset pasar aplikasi Sensor Tower, warga Indonesia menghabiskan total 414 miliar jam menggunakan berbagai aplikasi mobile selama tahun 2025.

Angka tersebut hanya kalah dari India yang menempati peringkat pertama dengan total 1,2 triliun jam penggunaan aplikasi.

Posisi Indonesia bahkan melampaui Amerika Serikat yang berada di peringkat ketiga dengan total 385 miliar jam.

Capaian ini menunjukkan tingkat ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap perangkat digital yang sangat tinggi dibandingkan banyak negara maju.

Raja Asia Tenggara, Negara Tetangga Kalah Jauh

Di kawasan Asia Tenggara, dominasi Indonesia terlihat sangat mencolok. Negara-negara seperti Malaysia dan Singapura bahkan tidak masuk dalam daftar 20 besar dunia dengan durasi penggunaan aplikasi tertinggi.

Beberapa negara ASEAN lain yang masuk daftar global antara lain Filipina di posisi ke-8, Vietnam di posisi ke-11, serta Thailand di peringkat ke-15.

Sementara itu, negara besar produsen aplikasi digital seperti China justru berada di peringkat ke-9 dengan total 148 miliar jam penggunaan sepanjang 2025.

Namun perlu dicatat, data China dalam laporan tersebut hanya mencakup pengguna perangkat iOS karena keterbatasan data Android.

Media Sosial Jadi Penyumbang Terbesar

Laporan tersebut juga mengungkap kategori aplikasi yang paling banyak diakses masyarakat Indonesia. Media sosial menjadi kontributor utama tingginya durasi penggunaan perangkat mobile.

Aplikasi video pendek TikTok tercatat sebagai platform yang paling sering diakses pengguna Indonesia.

Selain itu, tren baru muncul dari kategori short drama, salah satunya aplikasi Melolo yang mengalami lonjakan unduhan hingga 329 persen sepanjang 2025.

Selain media sosial dan hiburan, kategori aplikasi lain yang populer di Indonesia meliputi utilitas, multimedia, perbankan digital, dompet elektronik, pinjaman online, layanan streaming OTT, pesan instan, telekomunikasi, hingga e-commerce.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa ponsel bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan sudah menjadi pusat aktivitas sehari-hari masyarakat modern.

Risiko Kecanduan Digital Semakin Nyata

Tingginya durasi penggunaan aplikasi juga memunculkan kekhawatiran terkait risiko kecanduan digital.

Paparan layar berlebihan dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental, termasuk gangguan tidur, penurunan konsentrasi, hingga masalah sosial.

Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat mulai mengatur penggunaan gadget secara lebih bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif jangka panjang.

Tips Mengurangi Kecanduan HP

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap ponsel antara lain:

  1. Hindari penggunaan gadget saat berjalan atau berkendara karena dapat membahayakan keselamatan.
  2. Batasi waktu penggunaan harian, misalnya maksimal tiga jam di luar kebutuhan pekerjaan.
  3. Fokus berinteraksi langsung saat bersama orang lain tanpa gangguan ponsel.
  4. Tentukan area bebas gadget seperti kamar tidur atau ruang makan.
  5. Ganti aktivitas digital dengan kegiatan sehat seperti olahraga, membaca buku, atau hobi lain.

Orang tua juga disarankan mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital agar tidak mengganggu perkembangan belajar dan karakter.

Kunci utama mencegah kecanduan gadget adalah kedisiplinan diri dalam mengatur waktu penggunaan teknologi.

Tanpa kontrol yang baik, kemudahan akses digital justru dapat menjadi bumerang bagi kesehatan dan produktivitas masyarakat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#asean #indonesia #Sensor Tower #as #Kecanduan HP #penggunaan HP #india