RADARBANYUWANGI.ID – Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penguatan industri maritim lokal.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri seremoni serah terima kapal survei Katamaran X38 produksi PT Lundin Industry Invest kepada PT Rejeki Abadi Lestari.
Menurut Mujiono, pembelian kapal produksi galangan Banyuwangi oleh perusahaan swasta nasional menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan terhadap kualitas industri dalam negeri.
“Ini bukan hanya transaksi bisnis. Ini adalah bukti bahwa galangan kapal Banyuwangi sudah memiliki standar yang mampu bersaing, bahkan di tingkat internasional,” tegasnya.
Bukti Daya Saing Industri Lokal
Mujiono menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PT Rejeki Abadi Lestari yang memilih kapal produksi lokal dibandingkan produk luar negeri.
Ia menilai keputusan tersebut menunjukkan bahwa kualitas desain, teknologi, dan konstruksi kapal buatan Banyuwangi telah diakui.
Selama beberapa tahun terakhir, galangan kapal di Banyuwangi tidak hanya melayani pasar domestik.
Sejumlah kapal bahkan telah diproduksi untuk pemesan dari Eropa. Hal itu menjadi indikator bahwa industri perkapalan daerah memiliki reputasi yang terus meningkat.
“Capaian ini membuktikan anak bangsa mampu memproduksi kapal dengan standar global. Dari sisi desain, teknologi, hingga ketahanan konstruksi, kita tidak kalah,” ujarnya.
Dorong Banyuwangi Jadi Pusat Maritim
Lebih jauh, Mujiono menilai sektor galangan kapal memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas Banyuwangi sebagai daerah maritim.
Letak geografis yang berbatasan langsung dengan Selat Bali dan Samudra Hindia menjadi potensi besar yang harus dioptimalkan.
Ia menyebut penguatan industri perkapalan sejalan dengan visi kemaritiman nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah daerah, kata dia, siap mendukung investasi dan pengembangan industri berbasis kelautan.
“Kami berharap industri maritim di Banyuwangi terus berkembang. Ini bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia,” katanya.
Ciptakan Lapangan Kerja dan SDM Unggul
Menurut Mujiono, dampak industri galangan kapal tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi makro. Industri ini menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan.
Mulai dari sektor logistik, teknik permesinan, manufaktur komponen, hingga pendidikan vokasi maritim ikut terdorong.
Kebutuhan tenaga kerja terampil juga membuka peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal.
“Setiap kapal yang diproduksi melibatkan banyak tenaga kerja, mulai dari insinyur, teknisi, welder, hingga tenaga administrasi. Ini membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi masyarakat,” jelasnya.
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Mujiono menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, industri galangan kapal, dan sektor swasta.
Sinergi tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun kemandirian industri perkapalan nasional.
Ia memastikan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk kemudahan perizinan, penguatan ekosistem industri, hingga pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan sektor maritim.
“Kami ingin Banyuwangi tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan industri maritim nasional,” pungkasnya.
Dengan penyerahan kapal Katamaran X38 ini, Banyuwangi kembali menegaskan eksistensinya di peta industri perkapalan Indonesia.
Bagi Mujiono, momentum tersebut menjadi tonggak penting untuk terus mengangkat potensi maritim daerah ke level yang lebih tinggi. (*)
Editor : Ali Sodiqin