Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Microsoft Akhirnya Mengaku, Ini Penyebab PC Windows 11 Mendadak Mati Total

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 4 Februari 2026 | 09:15 WIB
Microsoft akui update Windows 11 bermasalah sebabkan PC gagal boot.
Microsoft akui update Windows 11 bermasalah sebabkan PC gagal boot.

RADARBANYUWANGI.ID - Microsoft akhirnya mengakui penyebab di balik maraknya laporan komputer (PC) Windows 11 yang mengalami error hingga gagal menyala atau no boot dalam beberapa waktu terakhir.

Gangguan ini dipastikan berasal dari pembaruan sistem operasi yang bermasalah, bukan dari kerusakan perangkat keras pengguna.

Dalam pernyataan resminya, Microsoft menjelaskan bahwa masalah tersebut tidak dipicu oleh satu pembaruan tunggal, melainkan kombinasi antara pembaruan lama dan baru yang saling memperburuk kondisi sistem.

Microsoft menyebutkan bahwa perangkat yang terdampak umumnya gagal memasang pembaruan keamanan Windows 11 Desember 2025 secara sempurna.

Kondisi ini membuat sistem berada dalam keadaan tidak semestinya atau improper state, terutama setelah pengguna melakukan proses pemulihan sistem (rollback).

Masalah baru muncul ketika perangkat dalam kondisi tersebut mencoba memasang pembaruan Windows 11 Januari 2026.

Alih-alih memperbaiki sistem, update lanjutan justru membuat PC tidak bisa melakukan proses boot sama sekali.

“Investigasi terbaru menunjukkan masalah ini dapat terjadi pada perangkat yang gagal memasang pembaruan keamanan Desember 2025 secara sempurna dan berada dalam kondisi tidak semestinya setelah proses pemulihan PC,” tulis Microsoft.

PC yang terdampak umumnya tidak bisa masuk ke tampilan utama (desktop).

Saat dinyalakan, perangkat hanya menampilkan layar hitam atau layar biru yang dikenal sebagai Blue Screen of Death (BSOD).

Dalam banyak laporan pengguna, muncul pula pesan error “UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME”.

Pesan ini menandakan Windows 11 gagal mengakses partisi penyimpanan utama yang dibutuhkan untuk memuat sistem operasi.

Akibatnya, proses boot terhenti di tahap awal dan sistem tidak dapat berjalan normal.

Menurut hasil analisis lanjutan yang dibagikan di forum AskWoody oleh pakar Windows Susan Bradley, masalah ini lebih sering dialami PC kelas bisnis dan komersial.

Perangkat jenis ini umumnya menggunakan skema enkripsi, konfigurasi penyimpanan, serta kebijakan pembaruan yang lebih ketat dibandingkan PC rumahan.

Dalam beberapa kasus, kegagalan boot bahkan membuat pengguna tidak bisa masuk ke mode pemulihan (recovery), sehingga perbaikan mandiri menjadi sangat sulit tanpa bantuan teknisi atau instalasi ulang sistem operasi.

Saat ini, Microsoft mengakui baru mampu menyiapkan solusi sementara untuk mencegah semakin banyak perangkat terdampak.

Solusi tersebut berupa mekanisme pemblokiran instalasi pembaruan lanjutan pada PC yang terdeteksi berada dalam kondisi improper state.

Namun, Microsoft menegaskan bahwa langkah ini:

Microsoft menyatakan akan terus menyelidiki akar masalah serta menyiapkan pembaruan lanjutan di masa mendatang.

“Kami masih terus menyelidiki penyebab mengapa sebagian perangkat gagal memasang pembaruan Windows 11 atau berakhir dalam kondisi sistem yang tidak semestinya,” jelas Microsoft.

Bagi pengguna yang sudah mengalami masalah gagal boot, Microsoft menyarankan untuk:

Langkah ini dinilai penting agar data kasus dapat dikumpulkan untuk mempercepat proses investigasi dan perbaikan.

Kasus ini menambah daftar panjang gangguan Windows 11 sepanjang Januari 2026.

Sebelumnya, dilaporkan pula bug lain yang menyebabkan komputer menolak mati meski sudah diperintahkan shutdown, sebagaimana dirangkum oleh sejumlah media teknologi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Windows 11 #microsoft