Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rekor Sepanjang Sejarah! Ahok Ungkap Keuntungan Terbesar Pertamina Saat Dirinya Menjabat

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 29 Januari 2026 | 02:15 WIB
Ahok mengungkap laba terbesar Pertamina sepanjang sejarah.
Ahok mengungkap laba terbesar Pertamina sepanjang sejarah.

RADARBANYUWANGI.ID - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan bahwa PT Pertamina (Persero) mencatatkan keuntungan terbesar sepanjang sejarah perusahaan pada masa dirinya menjabat sebagai Komisaris Utama periode 2019–2024.

Puncak laba tersebut terjadi pada tahun 2023 dengan nilai mencapai USD 4,7 miliar.

Pernyataan itu disampaikan Ahok saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan sewa kilang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

“Di masa kami ini, Pertamina mencapai keuntungan terbesar dari sejarahnya, tiap tahun naik puncaknya di 2023, untuk USD 4,7 miliar, itu bisa kami laporkan,” ujar Ahok di hadapan majelis hakim.

Pengawasan Ketat Dewan Komisaris

Ahok menjelaskan, pencapaian kinerja keuangan tersebut tidak terlepas dari fungsi pengawasan yang dijalankan secara ketat oleh Dewan Komisaris.

Sebagai Komisaris Utama, ia menekankan pentingnya peran komite audit serta pemanfaatan sistem digital untuk memantau kinerja dan tata kelola perusahaan.

Menurut Ahok, sistem pengawasan berbasis digital menjadi instrumen penting untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi di lingkungan Pertamina.

Peran Strategis Anak Muda di Pertamina

Dalam keterangannya, Ahok juga mengapresiasi peran para pejabat muda yang kala itu menduduki posisi strategis di Pertamina.

Ia menyebut mereka sebagai “anak-anak muda” dengan rentang usia 30–40 tahun yang dinilai memiliki kapasitas dan pemahaman kuat terhadap transformasi digital.

Beberapa nama yang disebut antara lain Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne.

Ketiganya dinilai berkontribusi dalam membangun ekosistem digital Pertamina, termasuk pengembangan aplikasi MyPertamina.

Ahok menilai, generasi muda tersebut mampu menerjemahkan arahan Komisaris Utama untuk mendorong modernisasi dan efisiensi perusahaan melalui digitalisasi layanan.

Gagasan Subsidi Voucher Digital yang Belum Terwujud

Ahok juga mengungkapkan adanya gagasan yang belum sempat direalisasikan, yakni penyaluran subsidi energi dalam bentuk voucher digital melalui aplikasi MyPertamina.

“Kalau subsidi tidak dalam bentuk uang tapi voucher digital dan anak-anak muda ini sudah membuat Pertamina yang kartu MyPertamina, itu bisa jadi keuntungan luar biasa,” kata Ahok.

Menurutnya, skema tersebut berpotensi meningkatkan ketepatan sasaran subsidi sekaligus memberikan efisiensi bagi keuangan negara dan perusahaan.

Deretan Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pertamina

Meski diapresiasi atas kontribusi digitalisasi, sejumlah pejabat yang disebut Ahok kini berstatus terdakwa dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina.

Kejaksaan menaksir kerugian keuangan negara dalam perkara ini mencapai Rp 285.017.731.964.389 atau sekitar Rp 285 triliun.

Total terdapat sembilan terdakwa yang berasal dari unsur Pertamina dan pihak swasta, yaitu:

  1. Riva Siahaan, eks Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga
  2. Sani Dinar Saifuddin, eks Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional
  3. Maya Kusmaya, eks Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga
  4. Edward Corne, eks VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga
  5. Yoki Firnandi, eks Direktur Utama PT Pertamina International Shipping
  6. Agus Purwono, eks VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional
  7. Muhamad Kerry Adrianto Riza, beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa
  8. Dimas Werhaspati, Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim
  9. Gading Ramadhan Joedo, Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak
Editor : Lugas Rumpakaadi
#pertamina #Komisaris Utama #ahok