RADARBANYUWANGI.ID - Program internet rakyat menjadi salah satu terobosan konektivitas digital yang paling dinanti pada 2026.
Layanan ini dirancang sebagai jawaban atas dua persoalan utama yang masih dihadapi masyarakat, yakni mahalnya biaya internet serta keterbatasan infrastruktur jaringan di banyak daerah, terutama di luar perkotaan.
Tidak hanya menawarkan akses internet murah, internet rakyat juga diproyeksikan sebagai penopang utama aktivitas pendidikan, pekerjaan jarak jauh, hingga penguatan ekonomi digital berbasis daring.
Dengan skema tarif terjangkau dan kecepatan tinggi, program ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses digital di Indonesia.
Internet rakyat menawarkan paket layanan dengan tarif Rp100.000 per bulan dan kecepatan hingga 100 Mbps.
Jika dibandingkan dengan layanan WiFi rumahan konvensional, harga tersebut tergolong sangat kompetitif dengan performa yang relatif tinggi.
Kombinasi harga dan kecepatan ini membuat internet rakyat diperkirakan akan diminati oleh berbagai lapisan masyarakat.
Terlebih, layanan ini menyasar wilayah yang selama ini sulit menikmati internet cepat akibat keterbatasan jaringan kabel serat optik.
Dengan teknologi berbasis fixed wireless access (FWA), internet rakyat memungkinkan koneksi stabil tanpa ketergantungan penuh pada jaringan kabel.
Menyasar Berbagai Segmen Pengguna
Program internet rakyat dirancang inklusif dengan target pengguna yang luas dan beragam.
Sasaran utamanya meliputi rumah tangga, pelajar dan mahasiswa, pekerja dengan sistem work from home, pelaku UMKM, hingga masyarakat di daerah dengan infrastruktur jaringan terbatas.
Dengan cakupan tersebut, internet rakyat diharapkan mampu memperkecil kesenjangan digital antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan akses informasi, pendidikan, dan peluang ekonomi berbasis digital.
Didukung Distributor di Banyak Daerah
Agar layanan dapat menjangkau masyarakat secara merata, sejumlah perusahaan telah ditetapkan sebagai distributor mitra resmi internet rakyat.
Mengutip akun Instagram @internetrakyat.id, distributor tersebut tersebar di berbagai provinsi, mulai dari Jawa, Jakarta, Banten, Maluku, hingga wilayah Papua.
Keberadaan distributor di banyak daerah menjadi fondasi penting dalam memastikan distribusi perangkat, instalasi jaringan, serta dukungan teknis berjalan optimal sesuai dengan kebutuhan lokal masing-masing wilayah.
Jadwal Peluncuran Bertahap
Berdasarkan informasi terbaru, layanan internet rakyat direncanakan mulai dapat digunakan masyarakat pada rentang Januari hingga Juni 2026. Implementasinya dilakukan secara bertahap melalui beberapa fase utama.
Tahap pertama adalah pra-registrasi yang berlangsung pada November–Desember 2025.
Pada fase ini, masyarakat dapat mendaftarkan diri melalui situs resmi untuk mengamankan kuota layanan sekaligus masuk dalam daftar prioritas.
Tahap kedua mencakup instalasi jaringan dan FWA yang berlangsung dari Desember 2025 hingga Juni 2026.
Pembangunan infrastruktur dilakukan bertahap di wilayah Jawa, Maluku, dan Papua guna memastikan kualitas layanan tetap stabil.
Tahap terakhir adalah distribusi perangkat dan aktivasi komersial pada Januari–Juni 2026. Pelanggan yang telah lolos verifikasi akan menerima perangkat modem (CPE) dan dapat langsung mengaktifkan layanan.
Cara Daftar Internet Rakyat
Pendaftaran internet rakyat dilakukan sepenuhnya secara daring. Calon pelanggan cukup mengakses situs resmi internetrakyat.id, memilih menu pra-registrasi, mengisi data diri, memverifikasi nomor melalui OTP, melengkapi alamat dan titik koordinat lokasi, lalu menyetujui syarat dan ketentuan.
Dengan proses yang sederhana serta dukungan jaringan distributor yang luas, internet rakyat berpotensi menjadi solusi konektivitas terjangkau dan inklusif.
Jika berjalan sesuai rencana, layanan ini diyakini tidak hanya memperluas akses internet, tetapi juga menjadi pendorong penting pertumbuhan pendidikan dan ekonomi digital nasional. (*)
Editor : Ali Sodiqin