RADARBANYUWANGI.ID - Dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Banyuwangi sukses mengelola sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif refuse derived fuel (RDF).
Puluhan ton RDF tersebut telah dikirim untuk menjadi bahan bakar industri ke PT. Solusi Bangun Indonesia (SBI), sebuah perusahaan semen.
Dua TPS yang telah sukses mengolah limbah sampah plastik menjadi RDF adalah TPS 3R Balak, Kecamatan Songgon dan TPS 3R Tembokrejo, Kecamatan Muncar.
Total RDF yang telah diproduksi dan dikirim ke industri oleh dua TPS 3R tersebut sebanyak 60 ton.
RDF merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari olahan sampah nonorganik seperti sampah plastik.
Melalui proses pencacahan, pengeringan, dan pemadatan, sampah berhasil diubah menjadi sumber energi baru yang ramah lingkungan.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengapresiasi TPS 3R di Banyuwangi yang berhasil mengolah sampah secara berkelanjutan.
Limbah sampah plastik yang merupakan sisa pengolahan sampah berhasil diubah menjadi RDF yang bernilai ekonomis.
“Ada sampah plastik yang bernilai ekonomis dan tidak. Yang tidak ini biasanya menjadi limbah. Limbah inilah yang kemudian diubah menjadi RDF di TPS 3R Banyuwangi,” ujarnya kemarin (7/11).
Bupati Ipuk terus mendorong pengolahan sampah di kabupaten The Sunrise of Java dengan memperbanyak pendirian TPS 3R.
Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari pembangunan yang ramah lingkungan. Saat ini terdapat 26 TPS 3R di Banyuwangi.
Bahkan salah satu TPS di Bumi Blambangan, yakni TPS 3R Tembokrejo di Kecamatan Muncar berhasil mendapatkan Plakat Adipura sebagai TPS 3R Terbaik Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Ini merupakan bentuk nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular. Di mana limbah tidak lagi dibuang, tetapi diolah kembali menjadi produk bernilai guna. Langkah ini juga akan mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA)," imbuh Ipuk.
Bupati Ipuk menuturkan, pemkab telah telah bekerja sama untuk dengan sejumlah pihak untuk bisa menyerap hasil RDF dari semua TPS 3R di Banyuwangi.
“Ini akan menciptakan sistem yang berkelanjutan dan mendorong TPS 3R untuk terus berproduksi,” kata Ipuk.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Dwi Handayani menambahkan, total RDF yang dihasilkan Banyuwangi mencapai 60 ton. Rinciannya TPS 3R Balak 20 ton dan TPS 3R Tembokrejo sebanyak 40 ton.
Industri yang menjadi tujuan pengiriman RDF dari Banyuwangi adalah PT. Solusi Bangun Indonesia (SBI), perusahaan semen yang dikenal mengembangkan konsep co-processing, yakni pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar pengganti batu bara di proses produksi semen.
“Kami kirim ke SBI pada Oktober 2025 lalu,” kata Yani, panggilan karib Handayani.
Yani melanjutkan sampah RDF yang dikirim oleh TPS 3R Banyuwangi telah memenuhi sejumlah kriteria yang ditentukan.
Di antaranya kandungan nilai kalor, ukuran dan bentuk, kandungan air, serta sulfur dan klorin. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin