Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Keren! TPS 3R Banyuwangi Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Industri, 60 Ton RDF Sudah Dikirim

Ali Sodiqin • Jumat, 7 November 2025 | 17:37 WIB
TPS 3R Banyuwangi ubah sampah plastik jadi RDF, bahan bakar ramah lingkungan untuk industri semen. Total 60 ton RDF sudah dikirim.
TPS 3R Banyuwangi ubah sampah plastik jadi RDF, bahan bakar ramah lingkungan untuk industri semen. Total 60 ton RDF sudah dikirim.

RADARBANYUWANGI.ID - Inovasi pengelolaan sampah di Banyuwangi terus menorehkan hasil membanggakan.

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) sukses mengolah limbah plastik menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif ramah lingkungan pengganti batu bara.

Hingga saat ini, sebanyak 60 ton RDF hasil olahan dua TPS 3R di Banyuwangi telah dikirim ke industri sebagai bahan bakar alternatif.

RDF dihasilkan melalui proses pencacahan, pengeringan, dan pemadatan dari sampah non-organik seperti plastik yang tidak bernilai ekonomis.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, pengolahan RDF adalah bentuk nyata penerapan ekonomi sirkular di sektor lingkungan.

“Ada sampah plastik yang bernilai ekonomis dan ada yang tidak. Limbah plastik yang tidak bernilai ini diubah menjadi RDF di TPS 3R Banyuwangi,” kata Ipuk, Kamis (6/11), dilansir dari laman banyuwangikab.go.id.

Ipuk menjelaskan, Banyuwangi kini memiliki 26 TPS 3R aktif yang tersebar di berbagai kecamatan.

Keberadaan TPS 3R menjadi bagian dari program pembangunan hijau dan upaya menekan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Salah satu TPS 3R unggulan, yaitu TPS 3R Tembokrejo di Kecamatan Muncar, bahkan berhasil meraih Plakat Adipura sebagai TPS 3R Terbaik Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Langkah ini bukti bahwa limbah tidak lagi dibuang, tetapi diolah menjadi produk bernilai guna. Selain itu, juga mengurangi beban TPA,” tambah Ipuk.

Dua TPS 3R yang telah sukses memproduksi RDF yaitu TPS 3R Balak di Kecamatan Songgon dan TPS 3R Tembokrejo di Muncar.

Masing-masing menghasilkan RDF dengan total 20 ton dan 40 ton yang seluruhnya sudah disalurkan ke industri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan RDF tersebut telah dikirim ke PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), perusahaan semen yang menerapkan konsep co-processing—pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar pengganti batu bara.

“Pengiriman RDF dilakukan pada Oktober 2025 lalu. Semua RDF yang dikirim telah memenuhi standar, mulai nilai kalor, kadar air, sulfur, hingga bentuk dan ukuran,” jelas Yani, sapaan akrab Dwi Handayani.

Dengan keberhasilan ini, Banyuwangi menegaskan komitmennya menjadi daerah pionir pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia, sekaligus memperkuat citra sebagai kabupaten hijau yang inovatif.

“Kami terus dorong agar seluruh TPS 3R di Banyuwangi bisa memproduksi RDF. Ini akan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi,” pungkas Bupati Ipuk. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#RDF #refuse derived fuel #pengolahan sampah #limbah plastik #bahan bakar #industri #Ipuk Fiestiandani #banyuwangi #TPS 3R