RADARBANYUWANGI.ID - Para penggemar seri Grand Theft Auto (GTA) tampaknya harus kembali bersabar.
Rockstar Games secara resmi mengumumkan bahwa perilisan Grand Theft Auto VI (GTA 6) ditunda hingga 19 November 2026.
Sebelumnya, gim ini dijadwalkan rilis pada Mei 2026 setelah sempat mengalami penundaan dari target awal tahun 2025.
Namun kini, jadwal tersebut kembali diundur demi memastikan permainan mencapai standar kualitas tinggi yang telah menjadi ciri khas Rockstar selama ini.
Dalam pernyataan resminya, Rockstar Games menjelaskan bahwa waktu tambahan ini diperlukan untuk “menyempurnakan permainan dengan tingkat kualitas yang layak diterima oleh para pemain.”
Pihak pengembang berterima kasih atas kesabaran dan dukungan komunitas selama proses pengembangan berlangsung.
Take-Two Interactive, selaku penerbit, turut menegaskan dukungannya terhadap keputusan ini. CEO Take-Two, Strauss Zelnick, menyampaikan bahwa pihaknya sepenuhnya mempercayai Rockstar dalam memberikan “pengalaman hiburan kelas dunia yang tiada tanding.”
GTA 6 akan membawa pemain ke negara fiktif Leonida, yang mencakup kembalinya kota legendaris Vice City, latar yang sebelumnya populer di gim Grand Theft Auto: Vice City (2002).
Cerita kali ini berfokus pada pasangan kriminal Jason Duval dan Lucia Caminos, dua karakter utama yang dapat dikendalikan pemain.
Gim ini disebut-sebut akan menghadirkan dunia terbuka yang lebih luas dan realistis dari seri sebelumnya.
Meski kabar penundaan ini disambut kecewa oleh sebagian penggemar, sebagian besar memahami keputusan tersebut.
Dalam sejarahnya, Rockstar memang dikenal kerap menunda rilis demi menghadirkan hasil akhir yang memuaskan.
Seri sebelumnya, GTA V, masih menjadi salah satu gim paling sukses sepanjang masa dengan penjualan mencapai lebih dari 220 juta unit secara global per 2025.
Kesuksesan besar ini tentu menambah ekspektasi tinggi terhadap GTA 6.
Zelnick juga menegaskan bahwa penundaan GTA 6 tidak akan memengaruhi pembaruan rutin untuk GTA Online, yang masih memiliki basis pemain aktif di seluruh dunia.
Di sisi lain, perusahaan tengah menghadapi dinamika internal setelah beberapa karyawan diberhentikan akibat dugaan pelanggaran etika dan kebocoran informasi rahasia. Meskipun demikian,
Take-Two tetap mencatat kinerja keuangan terbaik dalam sejarah kuartal keduanya, berkat penjualan NBA 2K26, Mafia: The Old Country, dan Borderlands 4.
Editor : Lugas Rumpakaadi