Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kemenlu RI Pastikan Banyuwangi Tersambung ke Jaringan Industri Kreatif Internasional

Sigit Hariyadi • Jumat, 31 Oktober 2025 | 12:00 WIB
KEMBANGKAN JEJARING: Kemenlu RI menggelar lokakarya yang diikuti 30 alumni Jagoan Banyuwangi.
KEMBANGKAN JEJARING: Kemenlu RI menggelar lokakarya yang diikuti 30 alumni Jagoan Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengoneksikan Banyuwangi dengan jaringan industri kreatif dunia.

Kemenlu melibatkan mitra strategis dari berbagai negara untuk memperkuat ekosistem kreatif yang kian tumbuh di kabupaten the Sunrise of Java.

Dukungan Kemenlu adalah bagian dari program Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) yang kali ini diikuti 18 Diplomat Muda.

Sesdilu merupakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional Berjenjang Diplomatik yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para diplomat muda Indonesia, salah satunya dengan melakukan kunjungan lapang ke daerah.

Sesdilu di Banyuwangi berlangsung sejak Selasa (28/10) hingga hari ini (31/10). Direktur Sesdilu Kemenlu RI, Tubagus Edwin Suchranudin telah bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani di kantor Pemkab Banyuwangi pada Rabu (29/10).

Turut hadir para diplomat senior, di antaranya, Duta Besar Semuel Samson; Dubes Syahrir Rahardjo; serta Dubes Diar Nurbiantoro yang sekaligus sebagai mentor para peserta Sesdilu.

“Biasanya lokus kunjungan kami di level provinsi. Namun kali ini kami memberanikan diri untuk ke Banyuwangi karena menurut kami Banyuwangi ini sudah memiliki banyak hal yang bisa kami eksplor dan layak kami koneksikan dengan mitra internasional Kemenlu,” ujar Edwin.

Edwin membeberkan, Banyuwangi dipilih sebagai lokus karena dinilai memiliki komitmen besar untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto lewat program-program di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

“Jujur kami juga menggunakan AI (artificial intelligence) untuk mencari lokus dengan kriteria Asta Cita Presiden. Yang muncul paling atas adalah Banyuwangi. Setelah kami datang ke sini (Banyuwangi), pilihan kami tidak salah,” cetusnya.

Selama di Banyuwangi, peserta Sesdilu fokus pada empat sektor penunjang Asta Cita, yakni ketahanan pangan, industri kreatif, energi terbarukan, dan hilirisasi industri. Kemenlu juga membawa mitra internasional untuk dikoneksikan dengan Banyuwangi. 

“Harapan kami dengan jejaring yang kami miliki dan kami pertemukan dengan para pelaku usaha di Banyuwangi, mudah-mudahan bisa membantu Banyuwangi lebih naik kelas. Kami bantu apa yang dibutuhkan Banyuwangi,” kata Edwin. 

Salah satu yang dilakukan Kemenlu adalah menggelar lokakarya dengan peserta 30 alumni Jagoan Banyuwangi. Para Jagoan Banyuwangi tersebut bergerak di sektor digital, pertanian, dan bisnis.

Mereka dipertemukan dengan perusahaan dan organisasi industri kreatif dunia, seperti Epicenter Stockholm yang merupakan coworking space dan hub inovasi “House of Digital Innovation” yang berlokasi di jantung kota Stockholm, Swedia.

Ada pula Opus Solution, perusahaan berbasis di Hongkong yang bergerak di bidang inovasi digital dan artificial intelligence atau akal imitasi (AI) alis kecerdasan buatan.

Ada juga ada ASEAN SME Academy, platform pembelajaran daring gratis di bawah naungan Kementerian Perdagangan Filipina.

Platform ini menawarkan lebih dari 100 jenis pelatihan bisnis untuk mendongkrak daya saing dan kapasitas digital pelaku industri kreatif di negara-negara ASEAN. Selain itu juga ada BNI Ventures dan Pijar Foundation. 

Kemenlu juga mengajak mitra strategis internasional lainnya, seperti Kedutaan Besar Korea Selatan, Japan International Cooperation Agency/JICA yakni lembaga yang didirikan pemerintah Jepang untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang, dan GIZ. 

Bukan itu saja, Kemenlu juga menghadirkan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB - FAO di Indonesia untuk sharing masalah ketahanan pangan, Lembaga Penelitian Padi Internasional (IRRI), Indonesian Chamber of Commerce Western Australia (ICCWA), Konjen RI di Sydney, serta kantor perwakilan Kemendag RI di Sydney. 

“Harapannya, setelah mempertemukan berbagai pihak tersebut, selain ada kesepahaman nantinya ada keberlanjutan kerja sama antara Banyuwangi dengan mitra internasional,” harap Edwin.

Sementara itu, Bupati Ipuk berharap ini dukungan dari Kemenlu bermanfaat besar bagi pelaku usaha di Banyuwangi.

“Ini membuka ruang belajar praktik baik dari mitra internasional. Kami sangat senang dibantu dibukakan jejaring global. Semoga bisa meningkatkan kapasitas pelaku industri kreatif di Banyuwangi melalui pembelajaran digital, peningkatan literasi keuangan, promosi bisnis serta pemanfaatan teknologi untuk memperluas pasar,” harapnya. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kemenlu ri #industri kreatif #banyuwangi