RADARBANYUWANGI.ID - Dominasi browser Chrome milik Google dan Safari dari Apple kini mulai digoyang.
OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, meluncurkan Atlas, browser berbasis AI yang memungkinkan pengguna menjelajahi situs web langsung dari ChatGPT.
Baca Juga: ChatGPT Atlas Resmi Diluncurkan! OpenAI Tantang Dominasi Google Chrome dengan Browser AI Canggih
Atlas bisa diakses lewat sidebar ChatGPT dan menawarkan fitur canggih seperti meringkas konten, membandingkan produk, dan menganalisis data situs mana pun.
Mode agen untuk pengguna berbayar bahkan dapat menyelesaikan tugas atas nama pengguna, termasuk riset dan belanja.
Selain Atlas, ada sejumlah browser berbasis AI lain yang patut dicoba, seperti dikutip TechCrunch, Rabu (22/10/2025):
Baca Juga: Aplikasi AI Sora Meledak! Unduhan Tembus 627 Ribu dalam Seminggu, Kalahkan Rekor ChatGPT
-
Comet (Perplexity): Menawarkan meringkas email, menjelajahi laman web, dan mengirim undangan. Akses melalui paket Perplexity Max US$200/bulan.
-
Dia (Browser Company): Mirip Chrome dengan chat AI, dapat menelusuri situs yang dikunjungi dan membantu menemukan informasi. Versi beta khusus anggota Arc.
-
Neon (Opera): Mendukung riset, belanja, dan menulis kode. Bisa diakses offline, tersedia dalam sistem berlangganan.
-
Brave: Fokus privasi, pemblokir iklan bawaan, VPN, asisten AI, serta hadiah kripto Basic Attention Token (BAT).
-
DuckDuckGo: Browser lama yang kini hadir dengan AI generatif, deteksi penipuan dan privasi terjaga.
-
Ladybird: Browser sumber terbuka, minimalisasi pengumpulan data, rilis awal 2026 untuk Linux dan macOS.
-
Vivaldi: Antarmuka dapat disesuaikan, pemblokir iklan, pengelola password, fitur produktivitas, dan warna jendela adaptif.
-
Opera Air: Tema mindfulness, pengingat istirahat, binaural beats untuk fokus dan relaksasi.
-
SigmaOS: Tab vertikal, meringkas laman web, asisten AI, workspace seperti ruang kerja.
-
Zen Browser: Sumber terbuka, Workspace dan Split View, plugin dan tema komunitas untuk internet lebih tenang.
Dengan banyaknya pilihan browser baru ini, netizen kini punya alternatif untuk menjelajah internet lebih cepat, aman, dan cerdas, sekaligus menantang dominasi Chrome dan Safari.
Atlas dan browser AI lainnya membuka era baru browsing yang produktif dan personal. (*)
Editor : Ali Sodiqin