RADARBANYUWANGI.ID - OpenAI meluncurkan ChatGPT Atlas, browser web berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dibangun di sekitar chatbot populer mereka, ChatGPT.
Peluncuran ini menandai langkah terbaru OpenAI untuk memanfaatkan 800 juta pengguna aktif mingguan, sekaligus menantang dominasi Google Chrome di pasar browser global.
Atlas memungkinkan pengguna membuka bilah samping ChatGPT di jendela mana pun untuk meringkas konten, membandingkan produk, atau menganalisis data dari situs web.
Dengan fitur "mode agen" bagi pengguna berbayar, ChatGPT dapat berinteraksi dengan situs web atas nama pengguna, menyelesaikan tugas dari awal hingga akhir, mulai dari riset hingga belanja daring.
Dalam demo OpenAI, ChatGPT berhasil menemukan resep daring dan secara otomatis membeli semua bahan yang dibutuhkan di Instacart, sebuah tugas yang biasanya memakan waktu beberapa menit.
Peluncuran Atlas saat ini tersedia untuk macOS global, sementara versi untuk Windows, iOS, dan Android akan segera dirilis.
OpenAI di bawah pimpinan Sam Altman menghadirkan inovasi ini setelah kesuksesan awal ChatGPT pada akhir 2022, meskipun menghadapi persaingan ketat dari Google dan perusahaan rintisan Anthropic.
Sejak ChatGPT populer, Google mulai beradaptasi. Pada September 2025, Google mengintegrasikan model AI Gemini ke Chrome di AS, dan berencana menghadirkan Gemini di aplikasi Chrome iOS.
Meskipun begitu, Chrome masih mendominasi pasar global dengan 71,9% pangsa pasar pada September 2025 menurut StatCounter.
Baca Juga: Bansos Oktober 2025 Cair! BLT Kesra Rp 900.000, PKH dan BPNT Rp300 Ribu, Cek Langsung Pakai NIK KTP
Para analis menilai ChatGPT Atlas berpotensi menghadirkan persaingan baru dalam hal pendapatan iklan, karena perubahan perilaku pencarian dari berbasis kata kunci tradisional menuju pencarian dan eksekusi tugas berbasis AI semakin cepat.
Peluncuran ini menegaskan bahwa masa depan browsing adalah AI, di mana pengguna lebih memilih perangkat percakapan yang mensintesis informasi dan menyelesaikan tugas secara otomatis, bukan hanya menampilkan hasil pencarian tradisional. (*)
Editor : Ali Sodiqin