Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

OpenAI Luncurkan Apps SDK: Figma, Spotify, hingga Coursera Kini Terhubung ke ChatGPT

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 7 Oktober 2025 | 15:34 WIB
Integrasi Figma dengan ChatGPT lewat OpenAI Apps SDK.
Integrasi Figma dengan ChatGPT lewat OpenAI Apps SDK.

RADARBANYUWANGI.ID - Saham Figma melonjak hingga 7 persen pada Senin setelah CEO OpenAI, Sam Altman, menampilkan integrasi teknologi perusahaan tersebut dengan ChatGPT dalam acara tahunan DevDay di San Francisco.

Momen ini menjadi sorotan besar di dunia teknologi, terutama karena memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan dapat berkolaborasi langsung dengan aplikasi desain populer.

Altman menjelaskan bahwa pengguna kini dapat menggunakan ChatGPT untuk terhubung langsung dengan Figma melalui perintah sederhana berbasis bahasa alami.

Misalnya, pengguna dapat menggambar alur produk secara manual di ChatGPT, lalu memberikan perintah, “Figma, ubah sketsa ini menjadi diagram yang dapat digunakan.”

Figma kemudian akan memproses dan menampilkan hasil desain yang fungsional, tanpa perlu berpindah aplikasi.

Menurut Luke Zhang, manajer produk Figma, ChatGPT bahkan dapat merekomendasikan penggunaan Figma secara otomatis ketika pengguna membicarakan topik yang relevan, memperkuat pengalaman kolaboratif berbasis konteks.

Apps SDK: Fondasi Baru Ekosistem ChatGPT

Selain Figma, OpenAI juga memperkenalkan Apps SDK, yaitu software development kit yang memungkinkan aplikasi pihak ketiga berinteraksi langsung dengan ChatGPT.

Teknologi ini dibangun di atas Model Context Protocol (MCP), standar terbuka yang sebelumnya diperkenalkan oleh Anthropic.

Dengan SDK ini, pengguna dapat masuk ke aplikasi seperti Spotify, Coursera, dan Canva langsung dari ChatGPT, tanpa harus membuka tab baru.

OpenAI menjanjikan ekosistem ini akan mempercepat pengembangan aplikasi baru yang adaptif dan personal.

Sam Altman menyebut bahwa pengembang akan dapat mengirimkan aplikasi untuk ditinjau pada tahun 2025, dan ke depannya, OpenAI akan membuka beragam peluang monetisasi bagi pembuat aplikasi di dalam ChatGPT.

Menariknya, Apps SDK bersifat open source, yang berarti aplikasi yang dibuat dengan SDK ini dapat digunakan di berbagai platform yang mendukung standar MCP.

Baca Juga: Saingi Sora dari OpenAI, Google Rilis Fitur AI Canggih di Gemini, Foto Jadi Video Hidup

Lonjakan Saham dan Dampak Pasar

Setelah pengumuman ini, saham Figma melonjak hingga 16,4 persen pada titik tertinggi sebelum akhirnya ditutup naik 7,4 persen.

Lonjakan tersebut menjadi yang tertinggi sejak debut publik Figma di New York Stock Exchange (NYSE).

Beberapa perusahaan lain yang terlibat dalam integrasi ChatGPT, seperti Spotify, Coursera, dan Expedia, juga mengalami kenaikan harga saham.

Para analis menilai bahwa kolaborasi ini menandakan AI dan perangkat lunak tradisional dapat saling melengkapi, bukan saling menggantikan. Janice Quek, analis dari CFRA Research, menyebut bahwa kekhawatiran terhadap kematian software konvensional akibat AI adalah berlebihan, karena justru banyak perusahaan perangkat lunak kini memasukkan teknologi AI ke dalam produknya.

Dampak Lebih Luas bagi Dunia Teknologi

Integrasi Figma dengan ChatGPT menandai perubahan besar dalam cara manusia bekerja dengan aplikasi digital.

Kini, perintah berbasis teks dapat mengubah ide menjadi hasil nyata dalam hitungan detik.

Sementara bagi pengembang, Apps SDK membuka peluang baru untuk menjangkau lebih dari 800 juta pengguna aktif ChatGPT setiap bulannya.

Meskipun demikian, beberapa analis memperingatkan bahwa tren ini dapat mengubah pola perilaku pengguna, yang kini lebih sering berinteraksi langsung di dalam ChatGPT ketimbang menggunakan aplikasi secara mandiri.

Hal ini bisa menjadi tantangan bagi mesin pencari dan toko aplikasi tradisional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Figma #openai #ChatGPT #Apps SDK