Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Elon Musk Bantah Tesla Pi Phone, Tapi Ini Alasan Rumornya Tak Mati

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 7 Oktober 2025 | 15:22 WIB
Rumor Tesla Pi Phone mengguncang dunia.
Rumor Tesla Pi Phone mengguncang dunia.

RADARBANYUWANGI.ID - Desas-desus soal Tesla Pi Phone kembali mencuri perhatian dunia teknologi.

Media sosial riuh membicarakan kabar bahwa Elon Musk tengah menyiapkan ponsel pintar revolusioner yang bisa terkoneksi ke internet tanpa kartu SIM, cukup melalui jaringan satelit Starlink.

Namun, seberapa benar kabar tersebut?

Pada 23 September lalu, akun Facebook Trend Fuel mengunggah postingan berjudul “Resmi, Tesla Pi Phone seharga US$789 telah mengubah dunia ponsel pintar.”

Unggahan itu bahkan menampilkan foto Elon Musk memegang sebuah perangkat yang diklaim sebagai Tesla Pi Phone.

Klaimnya, ponsel ini dapat terhubung langsung ke internet melalui Starlink tanpa biaya dan tanpa SIM card, sebuah konsep yang terdengar seperti masa depan datang lebih cepat.

Namun, kenyataannya tak sesederhana itu.

Dalam wawancaranya di acara The Joe Rogan Experience, Elon Musk justru membantah rumor tersebut.

“Tidak, kami tidak sedang membuat ponsel,” tegas Musk, dikutip dari Business Times pada Minggu (5/10/2025).

Meski demikian, Musk sempat memberi sinyal bahwa ia mungkin akan mempertimbangkan membuat ponsel di masa depan, terutama jika Apple atau Google memblokir aplikasi Tesla atau layanan Starlink di platform mereka.

Teknologi di Balik Rumor

Untuk diketahui, Starlink adalah layanan internet berbasis satelit milik SpaceX yang baru saja mengakuisisi spektrum nirkabel milik EchoStar senilai US$17 miliar pada 8 September lalu.

Langkah ini membuka peluang besar bagi Starlink untuk menyediakan akses internet langsung ke ponsel tanpa alat tambahan seperti antena eksternal.

Presiden SpaceX, Gwynne Shotwell, mengonfirmasi bahwa perusahaan kini bekerja sama dengan sejumlah produsen chip untuk menanamkan teknologi kompatibel Starlink ke perangkat seluler masa depan.

“Lebih dari 600 satelit sudah mengorbit, dan pengujiannya dijadwalkan dimulai pada akhir 2026,” ungkapnya dikutip dari Hindustan Times.

Artinya, meski belum ada ponsel Tesla, teknologi yang memungkinkan koneksi internet global tanpa jaringan seluler memang sedang dikembangkan, oleh SpaceX, bukan Tesla.

Tesla Pi Phone Belum Ada

Rumor mengenai Tesla Pi Phone sebenarnya bukan hal baru.

Sejak beberapa tahun lalu, berbagai video dan render desain beredar di internet, menampilkan ponsel futuristik dengan kemampuan luar biasa seperti koneksi ke Mars, integrasi dengan mobil Tesla, hingga crypto mining bawaan.

Namun hingga kini, tidak ada bukti resmi bahwa Tesla sedang mengembangkan perangkat tersebut.

Menariknya, sebuah perusahaan asal Siberia bernama Tesla memang merilis ponsel bernama Explr9 dan Series 3.

Kesamaan nama inilah yang sering memicu kesalahpahaman publik, seolah-olah perangkat tersebut adalah hasil karya Elon Musk.

Spekulasi Spesifikasi Tesla Pi Phone

Meski tidak ada konfirmasi resmi, berbagai situs bocoran teknologi menyebut Tesla Pi Phone akan mengusung spesifikasi kelas flagship:

- Layar AMOLED 6,7–7,2 inci dengan refresh rate 120Hz

- Baterai besar 5.000–7.100 mAh

- Kamera utama triple 50 MP

- Prosesor kelas atas Snapdragon atau bahkan chip buatan Tesla sendiri

Namun, fitur yang paling banyak dibicarakan adalah kemampuan terhubung langsung ke jaringan Starlink.

Secara teknis, hal ini masih sulit diwujudkan untuk perangkat berukuran kecil seperti ponsel karena keterbatasan antena dan regulasi spektrum frekuensi.

Beberapa analis menilai, jika fitur itu benar-benar hadir, koneksinya kemungkinan lewat aksesori tambahan atau integrasi dengan mobil Tesla, bukan antena satelit internal.

Harga dan Posisi di Pasar Premium

Jika rumor harga antara US$699–US$1.200 benar, Tesla Pi Phone akan bersaing langsung dengan iPhone 16 Pro dan Google Pixel 9 Pro.

Untuk pasar Indonesia, harga tersebut setara dengan Rp 11–18 juta, menempatkannya di segmen ponsel flagship premium.

Namun harga tinggi bukan satu-satunya tantangan.

Tesla juga harus mengembangkan sistem operasi sendiri agar dapat menyaingi Android dan iOS, dua raksasa yang sudah membangun ekosistem aplikasi global selama lebih dari satu dekade.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#starlink #elon musk #tesla pi phone