Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sora 2 Hadir, Teknologi AI Video Terbaru OpenAI dengan Tingkat Realisme yang Tinggi

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 3 Oktober 2025 | 13:15 WIB
OpenAI meluncurkan Sora 2.
OpenAI meluncurkan Sora 2.

RADARBANYUWANGI.ID - Dua puluh bulan setelah meluncurkan Sora pertama, OpenAI kembali memperkenalkan inovasi terbarunya, Sora 2, pada Selasa (30/9/2025).

Model ini digadang-gadang membawa lompatan besar dalam dunia kecerdasan buatan untuk video dan audio, setara dengan capaian “GPT-3.5” di bidang bahasa.

Jika versi awal Sora pada Februari 2024 masih menampilkan banyak kelemahan, seperti objek yang berubah bentuk dan adegan yang tidak logis, maka Sora 2 hadir dengan visual yang lebih realistis, konsisten, dan selaras dengan hukum fisika.

Audio juga mengalami peningkatan signifikan, dengan dialog dan efek suara yang terdengar lebih natural.

Peningkatan Fitur Utama di Sora 2

Realisme Visual Lebih Tinggi

Video kini tampak lebih stabil tanpa distorsi berlebihan, meskipun masih ada momen di mana hasilnya terlihat tidak wajar.

Sinkronisasi Audio dan Video

Efek suara, musik, hingga dialog dapat menyatu lebih alami, mendekati standar produksi film pendek.

Instruksi Multi-Shot

Pengguna bisa membuat video berisi beberapa adegan dengan konsistensi karakter dan latar tetap terjaga.

Pilihan Gaya Visual Beragam

Mulai dari cinematic hingga anime, Sora 2 memberi fleksibilitas lebih luas bagi kreator konten.

Aplikasi Sosial ala TikTok

Tidak hanya meluncurkan generator video, OpenAI juga memperkenalkan aplikasi sosial baru berbasis Sora 2.

Platform ini mirip dengan TikTok, dengan tampilan feed video pendek vertikal yang bisa digulir.

Bedanya, semua konten dibuat sepenuhnya oleh akal imitasi (AI), tanpa ada opsi unggah video atau foto dari galeri pengguna.

Video yang dihasilkan dibatasi maksimal 10 detik, lebih singkat dibanding TikTok.

OpenAI juga menambahkan fitur keamanan, seperti verifikasi identitas wajah.

Jika wajah pengguna dipakai dalam video AI, mereka akan langsung menerima notifikasi, bahkan sebelum konten tersebut diunggah.

Isu Hak Cipta: Opt-Out yang Diperdebatkan

Meski secara teknis menjanjikan, Sora 2 tetap menuai kontroversi.

OpenAI masih menerapkan kebijakan opt-out, di mana pemilik hak cipta harus secara aktif menolak agar karyanya tidak digunakan.

Sistem ini dinilai merugikan karena secara default membuat karya orang lain berpotensi terserap ke dalam model tanpa izin eksplisit.

Banyak pengamat menilai pendekatan opt-in akan lebih adil, karena melindungi konten berhak cipta sejak awal.

Ketersediaan dan Akses

- Sora iOS App: sudah tersedia dengan sistem undangan.

- Sora 2 Pro: model dengan kualitas lebih tinggi, bisa diakses melalui Sora.com untuk pelanggan ChatGPT Pro.

- Durasi Video: maksimal 10 detik.

- Wilayah Peluncuran: tahap awal di Amerika Serikat dan Kanada, dengan akses gratis dan batas penggunaan cukup longgar.

Strategi OpenAI di Ranah Sosial

Keputusan OpenAI meluncurkan aplikasi sosial tidak lepas dari situasi TikTok di Amerika Serikat yang masih berada dalam ketidakpastian politik.

Kondisi ini membuka peluang besar bagi pesaing baru untuk merebut pasar.

Dengan menambahkan elemen sosial, OpenAI berupaya membangun komunitas pengguna yang lebih loyal terhadap ekosistem Sora.

Sora 2 menandai langkah besar OpenAI dalam menghadirkan teknologi video generatif.

Dengan kualitas visual lebih realistis, audio natural, serta aplikasi sosial yang inovatif, Sora 2 bisa menjadi pemain baru yang menantang dominasi platform media sosial berbasis video.

Namun, isu hak cipta dan regulasi tetap menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dihadapi.

Jika Sora 2 akhirnya dirilis lebih luas, efek cinematic, anime, atau editing multi-shot, mana yang paling menggoda untuk dicoba lebih dulu?

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Open AI #sora 2