Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bahaya Dark AI, Teknologi AI Gelap yang Bisa Menipu dan Meretas

Lugas Rumpakaadi • Senin, 11 Agustus 2025 | 21:32 WIB
Dark AI jadi ancaman baru dunia maya, memicu serangan siber canggih.
Dark AI jadi ancaman baru dunia maya, memicu serangan siber canggih.

RADARBANYUWANGI.ID - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini melaju pesat, menghadirkan beragam inovasi di berbagai sektor.

Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul fenomena baru yang mengkhawatirkan yakni Dark AI atau AI gelap.

Teknologi ini digunakan bukan untuk membantu, melainkan untuk merugikan.

Menurut laporan Kaspersky, perusahaan keamanan siber asal Rusia, Dark AI mengacu pada penggunaan large language model (LLM) secara lokal atau jarak jauh di luar kerangka keamanan resmi.

Sistem ini dimanfaatkan untuk tujuan berbahaya, tidak etis, atau ilegal, mulai dari penipuan, manipulasi informasi, hingga serangan siber terencana.

Bagaimana Dark AI Bekerja?

Dark AI beroperasi tanpa kendali tata kelola atau pengawasan keamanan.

Artinya, pelaku kejahatan siber dapat menggunakannya untuk membuat kode berbahaya (malware), merancang email phishing yang persuasive, membuat deepfake suara dan video, hingga mendukung operasi peretasan dan Red Team.

Salah satu bentuk Dark AI yang paling dikenal adalah Black Hat GPT, muncul sejak pertengahan 2023.

Model ini dirancang untuk secara sengaja melanggar etika dan hukum.

Varian populernya antara lain WormGPT, DarkBard, FraudGPT, dan Xanthorox.

Tren Gelap: Dark AI di Tangan Aktor Negara

Kaspersky mencatat tren baru yang lebih mengkhawatirkan, penggunaan Dark AI oleh aktor negara untuk kampanye siber rahasia.

OpenAI bahkan melaporkan telah menghentikan lebih dari 20 operasi siber yang mencoba menyalahgunakan perangkat AI mereka.

Pelaku memanfaatkan LLM untuk menciptakan identitas palsu yang meyakinkan, merespons korban secara real-time, dan menghasilkan konten multibahasa untuk melewati filter keamanan.

Mengapa Dark AI Berbahaya?

AI, pada dasarnya, tidak memiliki kemampuan membedakan benar dan salah.

Ia hanya mengikuti instruksi yang diberikan.

Ketika jatuh ke tangan pihak yang berniat jahat, teknologi ini bisa menjadi senjata mematikan di dunia maya.

Cara Melindungi Diri dari Dark AI

Sergey Lozhkin dari Kaspersky menekankan pentingnya langkah pencegahan, seperti memperkuat keamanan siber di tingkat individu maupun organisasi, berinvestasi pada deteksi ancaman berbasis AI untuk melawan serangan yang sama canggihnya, serta meningkatkan literasi digital agar masyarakat paham potensi penyalahgunaan teknologi.

Kita dapat meminimalisir risiko yang ditimbulkan oleh Dark AI dan memastikan teknologi tetap menjadi kekuatan positif bagi kehidupan manusia dengan kesadaran dan kewaspadaan. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#dark ai