RADARBANYUWANGI.ID - Apple Inc. akhirnya menunjukkan langkah konkret dalam mengejar ketertinggalannya di bidang kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan teknologi asal Cupertino ini dilaporkan sedang menyiapkan chatbot AI buatan sendiri untuk bersaing langsung dengan layanan populer seperti ChatGPT milik OpenAI maupun Gemini dari Google.
Kabar ini pertama kali mencuat dari laporan Bloomberg melalui jurnalis teknologi ternama, Mark Gurman, dan kemudian dikonfirmasi oleh media Engadget.
Menurut laporan tersebut, Apple telah membentuk sebuah tim khusus bernama Answers, Knowledge, and Information pada awal tahun 2025.
Tim ini diberi mandat besar seperti membangun layanan chatbot dan sistem pencarian cerdas berbasis AI internal Apple.
Langkah Mandiri Setelah Sempat Gandeng OpenAI
Pada tahun 2024, Apple memilih pendekatan kolaboratif dengan menggandeng OpenAI untuk mengintegrasikan ChatGPT ke dalam Siri.
Namun, seiring meningkatnya persaingan dan urgensi membangun ekosistem AI milik sendiri, Apple kini tampak berubah arah. Mereka tidak lagi sekadar menjadi mitra, tetapi ingin menjadi pemain utama dalam industri AI.
Chatbot buatan Apple ini diklaim akan menghadirkan pengalaman yang lebih sederhana dan intuitif, serta terintegrasi secara mendalam dengan produk-produk Apple seperti Siri, Spotlight, dan Safari.
Tim pengembangan tersebut dipimpin oleh Robby Walker, tokoh yang sebelumnya juga terlibat dalam pengembangan Siri.
Investasi Besar Demi Kedaulatan AI
CEO Apple, Tim Cook, menyampaikan bahwa perusahaannya siap meningkatkan belanja modal secara signifikan untuk mempercepat peta jalan teknologi AI.
Dalam laporan keuangan kuartal ketiga 2025, Cook menyatakan bahwa Apple terbuka terhadap akuisisi, bahkan terhadap perusahaan besar, guna memperkuat posisi mereka di sektor ini.
Langkah ini dianggap mengejutkan, mengingat selama ini Apple dikenal konservatif dalam berinvestasi dan mengandalkan pengembangan internal.
Namun, tekanan dari para pesaing seperti Microsoft yang telah menggelontorkan lebih dari US$100 miliar untuk AI dan Google dengan investasi tak kalah besar, membuat Apple tak bisa lagi menunda.
Perubahan Strategi, Akuisisi dan Revisi Infrastruktur
Tak hanya membentuk tim baru, Apple juga melakukan perombakan besar-besaran terhadap infrastruktur digitalnya.
Mereka mulai membangun pusat data sendiri guna memproses permintaan AI secara privat, sejalan dengan komitmen mereka terhadap privasi pengguna.
Apple juga dikabarkan sedang mempertimbangkan akuisisi startup AI pencarian, Perplexity, yang dikenal berambisi menyaingi dominasi Google di ranah mesin pencari.
Sementara itu, browser Safari juga sedang didesain ulang agar dapat menyertakan fitur pencarian berbasis AI.
Langkah ini menandai perubahan strategis Apple yang kini ingin menjadi penguasa penuh dalam pengembangan dan pemrosesan AI, bukan sekadar integrator.
Cook: Apple Tidak Harus Jadi yang Pertama, Tapi Harus Jadi yang Terbaik
Dalam rapat internal bersama seluruh karyawan, Tim Cook menegaskan komitmennya. Ia menyampaikan bahwa Apple tidak selalu menjadi pelopor, tetapi selalu menjadi pemimpin yang menghasilkan produk terbaik.
“Ada PC sebelum Mac, ada smartphone sebelum iPhone, banyak tablet sebelum iPad. Tapi Apple selalu hadir dengan versi terbaik dan paling berpengaruh,” ujar Cook.
Pernyataan ini menjadi semacam seruan perang, menandakan bahwa Apple kini benar-benar memprioritaskan pengembangan AI secara serius dan sistematis.
Penjualan Masih Kuat, Tapi AI Adalah Masa Depan
Meski dianggap tertinggal di sektor AI, performa finansial Apple tetap solid. Laporan kuartal terbaru menunjukkan bahwa penjualan iPhone meningkat 13 persen secara tahunan, mencapai 44,6 miliar dolar AS.
Total pendapatan antara April hingga Juni mencapai 94 miliar dolar AS, naik 10 persen dari tahun sebelumnya. Namun Apple tampaknya tidak ingin hanya bertumpu pada kekuatan masa lalu. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi