RADARBANYUWANGI.ID - Google kembali menghadirkan inovasi dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan fitur terbaru di aplikasi Gemini, yakni pembuatan video pendek berbasis foto atau teks.
Fitur ini didukung oleh model AI tercanggih mereka, Veo 3, yang memungkinkan siapa saja menciptakan video berdurasi sekitar 8 detik hanya dengan satu foto atau deskripsi teks.
Teknologi di Balik Fitur Foto ke Video
Model Veo 3 yang dikembangkan oleh Google DeepMind ini pertama kali diperkenalkan pada ajang Google I/O 2025.
Model ini memiliki kemampuan luar biasa dalam menghasilkan video beresolusi tinggi hingga 4K, lengkap dengan suara otomatis, mulai dari narasi karakter, efek suara, hingga musik latar.
Kini, teknologi tersebut telah diintegrasikan ke dalam aplikasi Gemini, baik versi web maupun seluler (Android dan iOS), untuk menciptakan video pendek berbasis foto statis.
Fitur ini cocok untuk pembuatan konten promosi, storytelling singkat, maupun karya visual kreatif lainnya.
Cara Membuat Video AI di Gemini
Melalui Komputer (PC/Laptop):
- Akses situs gemini.google.com melalui peramban web.
- Klik ikon video (tanda strip film atau tombol putar).
- Masukkan perintah teks (prompt) atau unggah sebuah foto.
- Deskripsikan adegan, gerakan, atau audio yang diinginkan.
Melalui Ponsel Android/iPhone:
- Buka aplikasi Gemini di perangkat Anda.
- Ketuk ikon video di tampilan utama.
- Unggah foto dari galeri atau ketik deskripsi video.
- Tunggu 1–2 menit untuk hasil akhir.
- Video akan dihasilkan dalam format MP4, berdurasi 8 detik, resolusi 720p, dan rasio aspek 16:9.
Ketersediaan dan Syarat Penggunaan
Fitur ini tidak tersedia secara gratis untuk semua pengguna. Google menetapkan pembatasan akses berdasarkan tipe akun.
Pengguna pribadi memerlukan langganan Google AI Pro atau Google AI Ultra. Sedangkan akun Workspace harus memiliki lisensi Workspace yang memenuhi syarat.
Pengguna AI Ultra mendapatkan kuota pembuatan video lebih tinggi dibandingkan pengguna Pro. Fitur ini telah diluncurkan di lebih dari 150 negara, namun belum tersedia di Kawasan Ekonomi Eropa (EEA), Swiss, dan Inggris Raya.
Komitmen Keamanan dan Transparansi
Setiap video yang dihasilkan oleh Veo 3 dilengkapi dengan dua lapisan watermark yaitu watermark visual yang terlihat di video dan SynthID, watermark digital tak kasat mata yang menandai konten buatan AI.
Google juga melakukan “red teaming” dan evaluasi menyeluruh untuk menghindari penyalahgunaan sistem.
Kebijakan penggunaan konten tetap berlaku dan Google berhak menghapus konten yang melanggar.
Perbandingan Google VEO 3 dengan Sora dari OpenAI
Veo 3 dari Google dan Sora dari OpenAI adalah dua model AI terdepan dalam pembuatan video berbasis teks. Meskipun demikian, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Pada durasi video misalnya, Sora lebih unggul karena dapat membuat video hingga 60 detik, sementara Veo 3 hanya sekitar 8 detik.
Namun, dalam segi resolusi, Veo 3 bisa menghasilkan video hingga 4K, sedangkan Sora hanya 1080p. Fitur audio otomatis juga menjadi salah satu keunggulan Veo 3 yang tidak dimiliki Sora.
Hal ini menjadikan Veo 3 lebih cocok digunakan sebagai media promosi singkat dengan storytelling cepat. Sedangkan Sora cocok untuk narasi yang kompleks dan eksperimen visual. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.
Editor : Lugas Rumpakaadi