Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Google Luncurkan Ringkasan AI di Discover, Apakah Ini Akhir Media Online?

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 16 Juli 2025 | 19:21 WIB
Google luncurkan ringkasan berita AI di Discover.
Google luncurkan ringkasan berita AI di Discover.

RADARBANYUWANGI.ID - Google kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan fitur ringkasan berbasis kecerdasan buatan (AI) di halaman Discover, beranda utama berita dalam aplikasi Google Search di perangkat iOS dan Android.

Inovasi ini memungkinkan pengguna melihat ringkasan berita otomatis yang menyertakan logo penerbit dan sumber berita asli, menggantikan tampilan tradisional berupa judul dari satu media saja.

Fitur tersebut, saat ini baru tersedia untuk sebagian pengguna di Amerika Serikat dan difokuskan pada kategori gaya hidup populer, seperti hiburan dan olahraga.

Dalam keterangannya, Google menegaskan bahwa ini merupakan peluncuran resmi, bukan uji coba terbatas.

“Ringkasan ini dihasilkan oleh AI dan dapat mengandung kesalahan,” tulis Google dalam peringatannya kepada pengguna.

Tujuan Google Menyederhanakan Konsumsi Berita

Menurut pihak Google, fitur ini dirancang untuk membantu pengguna dalam menentukan laman mana yang ingin mereka kunjungi, sebelum benar-benar mengklik sumber aslinya.

Di samping ringkasan, Google juga tengah menguji tampilan lain dalam Discover, seperti penambahan poin-poin penting di bawah judul dan pengelompokan berita dalam satu topik yang relevan.

Contohnya, berita tentang kesepakatan antara Donald Trump dan Ukraina disajikan bersama artikel lain yang relevan, serta ringkasan isi berita dari The Washington Post tentang ICE yang ditampilkan dalam bentuk poin-poin.

Ancaman Bagi Penerbit, Trafik Anjlok, Klik Menurun

Namun, fitur ini memicu kekhawatiran besar dari kalangan penerbit berita. Mereka menilai bahwa hadirnya ringkasan AI justru memperburuk kondisi lalu lintas situs yang sebelumnya sudah menurun akibat fitur seperti AI Overviews dan AI Mode.

Dua fitur lain dari Google tersebut memungkinkan pengguna mendapatkan jawaban langsung tanpa mengakses situs eksternal.

Menurut laporan TechCrunch, mengacu pada data Similarweb, trafik pencarian global turun 15 persen secara tahunan (hingga Juni 2025), pencarian berita tanpa klik meningkat dari 56 persen (Mei 2024) menjadi 69 persen (Mei 2025). Sedangkan lalu lintas organik turun dari 2,3 miliar kunjungan menjadi kurang dari 1,7 miliar.

Baca Juga: BSU 2025 Resmi Cair! Ini Cara Cek dan Ambil Lewat Kantor Pos atau Pospay

Google Coba Menenangkan Penerbit Lewat Offerwall

Untuk merespons kekhawatiran tersebut, Google meluncurkan fitur monetisasi bernama Offerwall. Lewat fitur ini, penerbit yang bekerja sama dengan Google Ad Manager bisa mendapatkan pendapatan melalui pembayaran mikro, survei, langganan newsletter, dan menonton iklan.

Namun, sebagian penerbit menilai langkah ini terlambat, mengingat kerugian trafik sudah terjadi sejak awal 2024.

Mereka khawatir bahwa AI justru akan memotong rantai distribusi informasi, membuat pengguna merasa cukup dengan ringkasan tanpa mengunjungi situs sumber.

Penerbit Mulai Eksperimen dengan AI

Di sisi lain, tidak sedikit penerbit yang mencoba beradaptasi. Media seperti The Wall Street Journal, Yahoo, Bloomberg, USA Today, hingga startup Particle mulai mengeksplorasi penggunaan AI untuk merangkum berita, menyajikan sudut pandang berbeda, dan menjawab pertanyaan lanjutan dari pengguna.

Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem media digital tengah memasuki fase transisi besar, dari distribusi berbasis klik menuju konsumsi berbasis ringkasan interaktif.

Inovasi atau Krisis?

Fitur AI di Google Discover bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ini menyederhanakan akses berita dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Di sisi lain, fitur ini juga bisa menggerus trafik dan pendapatan penerbit yang selama ini bergantung pada klik dan iklan.

Ke depannya, media harus lebih inovatif dalam menyajikan konten yang tidak hanya bisa diringkas, namun juga memberikan nilai tambah yang tak bisa tergantikan oleh AI. (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#google discover #ai