Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Terjebak di Jurang? Begini Cara Drone Menjadi Malaikat Penolong di Tengah Medan Ekstrem!

Bayu Shaputra • Rabu, 2 Juli 2025 | 01:15 WIB
Drone termal.
Drone termal.

RadarBanyuwangi.id – Pegunungan Indonesia yang megah dan menantang sering kali menjadi saksi diam tragedi yang mengguncang dunia pendakian.

Ketika seorang pendaki terjatuh ke jurang yang curam atau terjebak di tebing berbatu, setiap detik yang berlalu dapat menentukan antara hidup dan mati.

Kondisi pasir dan kerikil di lereng miring yang tidak stabil dapat berisiko bagi korban jika evakuasi dilakukan lewat udara, sehingga metode penyelamatan tradisional sering kali tidak cukup untuk medan yang sulit.

Di sinilah teknologi modern berperan sebagai penyelamat yang tidak terduga. Drone dapat diterbangkan ke lokasi yang tidak bisa dijangkau oleh manusia, seperti reruntuhan bangunan, daerah yang terkena banjir bandang, atau tebing yang curam.

Peningkatan teknologi unmanned aerial vehicle (UAV) telah mengubah cara tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) melaksanakan operasi penyelamatan, terutama pada medan pegunungan yang berbahaya dan sulit dijangkau.

Drone Termal

Salah satu jenis drone yang sangat efektif untuk evakuasi adalah drone termal atau drone dengan teknologi inframerah.

Proses penyelamatan dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan dengan mengandalkan metode manual menggunakan tali serta dukungan drone termal untuk menemukan korban.

Drone ini dilengkapi dengan sensor thermal imaging yang dapat mendeteksi radiasi panas tubuh manusia bahkan dalam kondisi cuaca berkabut tebal atau di malam hari.

Keunggulan drone termal terletak pada kemampuannya untuk "melihat" dalam keadaan berkabut, berasap, atau cahaya yang minim.

Sensor inframerahnya mampu membedakan suhu tubuh manusia dari lingkungan sekitarnya, sehingga korban yang terperangkap di antara batu-batu atau tertutup oleh vegetasi tetap bisa terdeteksi.

Dalam misi pencarian di Gunung Rinjani yang pernah jadi perhatian, drone termal digunakan oleh tim SAR untuk mengevakuasi pendaki yang meninggal di jurang, mempercepat prosedur penyelamatan.

Multicopter dan Fixed Wing

Berdasarkan jenisnya, drone dibagi menjadi dua kategori, yaitu multicopter dan fixed wing.

Multicopter adalah jenis drone yang menggunakan putaran baling-baling untuk terbang, sementara fixed wing memiliki bentuk seperti pesawat terbang biasa dengan sayap.

Untuk operasi evakuasi di pegunungan, multicopter menjadi pilihan yang lebih unggul karena kemampuan hover dan manuver yang tepat.

Drone multicopter dapat terbang mundur, menyamping, dan melayang di satu titik dengan stabil, memungkinkan tim SAR untuk melakukan pemantauan mendetail pada area yang sempit dan berbahaya.

Kemampuan take-off dan landing vertikal juga memungkinkan operasi di area terbatas seperti puncak bukit atau ruang kecil di antara pohon-pohon.

Di sisi lain, drone fixed wing lebih sesuai untuk pemetaan area yang luas dan patroli jangka panjang karena efisiensi energinya yang lebih baik.

Namun, untuk misi evakuasi yang memerlukan akurasi tinggi dan kemampuan untuk melayang, multicopter tetap menjadi pilihan utama.

Drone Kargo

Inovasi terbaru dalam dunia SAR adalah drone kargo yang dapat mengangkut barang ke berbagai lokasi.

Drone ini tidak hanya mampu membawa peralatan medis darurat, makanan, atau selimut pemanas ke tempat korban, tetapi beberapa model canggih bahkan dapat mengangkut beban hingga 100 kilogram.

Meski tidak dapat mengangkut manusia dewasa secara langsung, drone kargo memiliki peran yang sangat penting dalam menyediakan sistem pendukung kehidupan kepada korban yang terjebak.

Mereka bisa mengirimkan tali tambahan, peralatan pendakian, oksigen darurat, atau bahkan tandu ringan yang dapat digunakan oleh tim penyelamat untuk membantu proses evakuasi manual.

Teknologi Pendukung

Saat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), drone dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih yang membantu dalam menemukan korban.

Pemetaan Lokasi: Drone mampu memetakan lokasi dengan presisi tinggi berkat adanya sistem Global Positioning System (GPS) yang terintegrasi.

Fitur penghindaran rintangan membuat drone dapat secara otomatis mengelakkan halangan seperti cabang pohon, tebing, atau struktur berbahaya lainnya.

Sistem ini memanfaatkan gabungan sensor ultrasonik, kamera stereo, dan algoritma kecerdasan buatan untuk merancang jalur penerbangan yang aman dalam waktu nyata.

Kemampuan penyiaran secara langsung memfasilitasi tim komando di base camp untuk memantau situasi secara langsung, sehingga dapat membuat keputusan taktis yang lebih baik dan mengorganisir upaya penyelamatan dengan lebih efisien.

Cuplikan drone menunjukkan bahwa dia masih hidup dan sadar, namun cuaca buruk telah menghambat upaya penyelamatannya, menekankan pentingnya kecerdasan visual dalam operasi SAR.

Tantangan dan Limitasi

Walaupun memiliki banyak inovasi, teknologi drone untuk evakuasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Keadaan cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan lebat, atau salju yang bercampur bisa mengganggu stabilitas terbang dan mengurangi keakuratan sensor.

Keterbatasan daya baterai juga menjadi masalah yang membatasi waktu operasi, terutama dalam misi yang memerlukan waktu cukup lama.

Aspek regulasi penerbangan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan, terutama mengenai izin terbang di lokasi tertentu dan koordinasi dengan otoritas penerbangan sipil untuk menghindari konflik dengan lalu lintas udara komersial.

Kemajuan dalam kecerdasan buatan dan mesin pembelajaran akan semakin meningkatkan efisiensi drone dalam misi SAR.

Algoritma visi komputer yang canggih akan memungkinkan drone untuk secara otomatis mendeteksi tanda-tanda kehidupan, menemukan jalur evakuasi yang paling efisien, dan bahkan melaksanakan misi penyelamatan semi-otonom dengan pengawasan minimal dari operator manusia.

Kemunculan teknologi drone telah membuka babak baru dalam dunia pencarian dan penyelamatan, memberikan harapan bagi mereka yang terjebak di lokasi paling sulit sekalipun.

Dengan adanya inovasi yang terus berkembang, masa depan operasi penyelamatan di area pegunungan akan menjadi lebih aman, cepat, dan efektif. ***

Editor : Ali Sodiqin
#medan ekstrem #teknologi #Jenis drone untuk evakuasi #drone canggih #Evakuasi Pendaki