RadarBanyuwangi.id - Bayangkan kamu lagi santai-santai browsing, lalu tiba-tiba muncul notifikasi mencurigakan, “Selamat! Anda memenangkan iPhone 15!”
Ya, klasik banget, tapi masih ada aja yang ketipu. Nah, Google tahu betul betapa canggihnya para penipu digital zaman sekarang.
Karena itulah mereka menyiapkan senjata terbaru, Gemini Nano, AI superpintar yang siap pasang badan buat kamu di dunia maya.
Di tengah derasnya serangan penipuan online, Google memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melindungi pengguna Chrome, baik di desktop maupun Android.
Teknologi ini jadi bagian dari strategi pertahanan Google yang makin agresif dalam menjaga keamanan pengguna, terutama mereka yang mengaktifkan mode Enhanced Protection di fitur Safe Browsing Chrome.
Google menjelaskan bahwa Gemini Nano, model bahasa besar (LLM) berbasis perangkat, kini digunakan untuk mendeteksi skema penipuan yang semakin kompleks. Ini disampaikan dalam unggahan blog resminya.
AI ini dapat menyaring situs web berbahaya dengan lebih cepat dan akurat, serta menyesuaikan diri dengan taktik para pelaku kejahatan siber yang terus berkembang.
Awalnya, AI ini digunakan untuk mencegah penipuan dukungan teknis jarak jauh, seperti modus penipu yang pura-pura jadi teknisi IT dan menyuruh kamu menginstal software tertentu.
Tapi sekarang, AI itu sudah makin pintar dan bisa mendeteksi berbagai macam penipuan lain. Termasuk yang menyusup lewat notifikasi browser palsu.
Google juga mengumumkan bahwa Chrome di Android kini akan memberi peringatan AI jika sistem mendeteksi notifikasi mencurigakan.
Notifikasi bisa jadi jalur baru bagi para penipu untuk menjebak pengguna. Tapi tenang, kalau sistemnya salah tangkap, kamu tetap bisa memberi izin ke situs yang kamu percaya.
Menurut Google, pengguna dengan Enhanced Protection akan mendapat perlindungan tambahan, karena AI bekerja lebih intensif menyaring potensi ancaman.
Ini bukan cuma soal mencegah akses ke situs berbahaya, tapi juga menyaring notifikasi spam, penipuan, dan tipu-tipu klik lainnya.
Google tak hanya bergerak di Chrome. Tapi juga memanfaatkan AI di mesin pencarian mereka. Setiap hari, sistem pendeteksi berbasis AI ini berhasil memblokir ratusan juta halaman penipuan sebelum kamu sempat mengkliknya.
Salah satu modus yang marak belakangan ini adalah penipu yang menyamar sebagai layanan pelanggan maskapai penerbangan.
Bayangkan kamu cari “call center maskapai X”, lalu muncul nomor palsu. Google sudah bisa mengurangi kejadian seperti itu lebih dari 80 persen berkat AI. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi