RadarBanyuwangi.id – Penetapan tarif impor yang tinggi membuat Apple harus memutar otak untuk efisiensi ongkos produksi iPhone.
Apple berencana memindahkan produksi iPhone untuk pasar Amerika Serikat dari China ke India. Namun, belum diketahui secara pasti kapan rencana ini akan terealisasi.
Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, Amerika Serikat telah menetapkan tarif impor yang sangat tinggi antara 54 hingga 145 persen untuk produk elektronik yang diimpor dari China.
Tarif tersebut meningkatkan biaya operasional secara signifikan yang akan berimbas pada naiknya harga jual iPhone di Amerika Serikat.
Di samping itu, pemindahan pusat produksi ini juga dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada China.
Terlebih saat ini masih terjadi ketegangan geopolitik yang meningkatkan risiko bisnis Apple jika hanya bergantung ke satu negara.
Sementara itu, India sebagai tujuan pemindahan produksi menawarkan berbagai insentif untuk menarik investasi manufaktur global.
Insentif tersebut telah dimanfaatkan Apple untuk memproduksi iPhone untuk pasar lokal dan akan diperluas untuk ekspor termasuk ke Amerika Serikat.
Meskipun akan dipindahkan ke India, rupanya harga iPhone yang dijual di Amerika Serikat tidak akan tiba-tiba lebih murah.
Hal ini disebabkan komponen utama untuk memproduksi iPhone masih berasal dari China. Di samping itu juga masih terdapat tantangan kapasitas produksi di India. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi