RADARBANYUWANGI.ID - Roda karet dengan sifat lentur, dikenal memberikan kenyamanan bagi segala jenis kendaraan.
Namun bila dibandingkan dengan ban berbahan logam ataupun bahan kayu, roda karet termasuk paling sering diganti lantaran mudah aus.
Penemuan teknologi roda karet tidak lepas dari peran engineer besar, Charles Goodyear di New Haven, Amerika Serikat.
Meski begitu, material lateks bahan dasar ban tersebut justru berasal dari getah tanaman karet dari negeri tropis, salah satunya Indonesia.
Charles Goodyear diyakini sebagai penemu ban karet pertama.
Pria kelahiran New Haven Amerika Serikat ini, juga disebut sebagai orang yang menemukan cara vulkanisir karet pada tahun 1839.
Yang paling fenomenal dari penemuannya tersebut adalah turunannya berupa roda ban karet.
Roda ban karet merupakan salah satu jenis roda dengan ban berbahan karet.
Ada sebagian lagi yang berisi udara atau angin. Roda jenis ini biasa digunakan untuk kendaraan seperti truk, loader, dan lainnya.
Sementara itu, roda full karet tanpa angin juga banyak digunakan untuk beberapa peralatan pendukung manusia seperti trolly hingga ban mainan anak-anak.
Ban karet memang memiliki kelebihan dibandingkan ban jenis lainnya. Diantara kelebihannya memiliki mobilitas yang lebih tinggi. Material ini memungkinan penggunaannya bisa bergerak lebih cepat dan lebih efisien.
Selain itu, perawatan roda ban karet juga lebih mudah dengan biaya yang lebih terjangkau. Penggantian ban juga bisa dilakukan dengan mudah.
Hanya, ban jenis ini memiliki kekurangan seperti daya cengkram rendah. Selain itu ban karet juga lebih mudah aus (rusak) jika dibandingkan dengan ban berbahan dasar logam atau material lainnya. Bisa jadi, kondisi mudah aus sifat karet ini membuat penggantian lebih sering. (nic/bay)
Editor : Ali Sodiqin