RadarBanyuwangi.id - Perplexity AI, perusahaan di balik mesin pencari berbasis AI, membuat gebrakan besar dengan menyatakan kesiapan mereka untuk "membangun kembali TikTok di Amerika."
Langkah ini diambil setelah sebelumnya mereka mengajukan diri untuk mengelola platform media sosial tersebut di Amerika Serikat.
Dalam unggahan blog resminya, Perplexity AI mengungkapkan visinya untuk merevolusi TikTok dengan algoritma baru, fitur Catatan Komunitas, serta integrasi video pendek dalam mesin pencarinya.
Namun, perusahaan ini harus bersaing dengan beberapa raksasa lain yang juga tertarik untuk mengambil alih TikTok, termasuk investor AS yang sedang mempertimbangkan kesepakatan dengan Oracle.
Menurut mereka, sebagai perusahaan teknologi independen, Perplexity AI dapat membangun ulang algoritma TikTok tanpa menciptakan monopoli.
Mereka berencana membuat umpan "For You" berbasis sumber terbuka, yang memungkinkan lebih banyak transparansi dan kontrol pengguna.
Tak hanya itu, Perplexity AI juga ingin menambahkan sistem sitasi dan pengecekan fakta ala mesin pencari mereka, sehingga TikTok bisa menjadi platform yang lebih netral dan terpercaya.
Gagasan ini menyerupai sistem yang diterapkan pada platform media sosial X milik Elon Musk, yang juga mengadopsi pendekatan sumber terbuka untuk beberapa fitur pentingnya.
Dengan tenggat waktu 5 April 2025 yang semakin dekat, keputusan pemerintah AS terkait masa depan TikTok pun semakin dinantikan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi