Radarbanyuwangi.id – Kasus kekerasan yang terjadi terhadap pemuda asal Ginyar di Denpasar Bali usai memesan perempuan kencan lewat aplikasi MiChat menjadi perhatian aparat kepolisian setempat.
Selain kasus tersebut bermula dari keengganan korban membayar tatif kencang yang telah disepakati.
Imbas perbuatannya tersebut pria asal Gianyar ini harus menerima bogem mentah dua rekan perempuan kencannya.
Tidak hanya itu, dia juga harus dilarikan ke sentral layanan medis karena luka tusuk yang dialaminya.
Usut punya usut kencan antara korban dengan perempuan yang dipesannya dilakukan melalui aplikasi Michat.
Aplikasi yang familiar di sebut dengan aplikasi hijau ini disebut berasal dari Singapura. Di Indonesia aplikasi ini identik dengan paltform prostitusi online dan open BO.
Meski pun Michat sendiri bulan prostitusi maupun aplikasi kencan seperti Tinder, maupun lainnya. Operasional MiChat sendiri lebih mirip dengan WhatsApp.
Namun ada beberapa fitur yang membuat MiChat cukup populer di Indonesia sebagai aplikasi spesialis iclik.
1. Fitur people nearby
Ini menjadi keunggulan MiChat dalam berkomunikasi dan menjalin kontak dengan orang-orang yang tidak dikenal lewat fitur ini. Fitur ini lah yang sering disalahgunakan untuk Open BO ataupun prostitusi.
Calon pelanggan cukup menyalakan fitur people nearby untuk bertemu dengan orang yang dikehendaki.
2. Fitur Pesan Instan
Mirip seperti aplikasi pesan instan lainnya. MiChat memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan teks, gambar, dan video dengan cepat dan mudah.
3. Fitur keamanan
Mirip seperti WhatsApp, MiChat juga menawarkan fitur enkripsi pesan end-to-end. Fitur ini mampu menjaga keamanan dan privasi pengguna. (*)
Editor : Niklaas Andries