RADAR BANYUWANGI – Provinsi Jawa Tengah menghadapi tantangan terkait kondisi pelabuhan yang semakin terancam akibat penurunan tanah (land subsidence).
Hal ini menyebabkan beberapa area pelabuhan, termasuk dermaga, terendam oleh rob (banjir pasang surut) sehingga mengganggu kelancaran operasional pelabuhan dan logistik di wilayah tersebut.
Untuk menangani persoalan ini, delegasi Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Morodemak, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah mengunjungi Rabanton di Pantai Marina Boom Banyuwangi pada Rabu (19/2).
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai dermaga ponton beton inovatif yang dikembangkan oleh Rabanton di kawasan Marina Pantai Boom Banyuwangi.
Direktur Rabanton Menlu mengatakan, dalam menghadapi situasi ini, solusi yang kini dipertimbangkan adalah pembangunan dermaga ponton. Dermaga ponton yang dapat dipindahkan secara fleksibel diharapkan dapat mengatasi masalah ini.
Dermaga jenis ini memungkinkan akses ke kapal tetap terjaga meskipun air laut melonjak, sehingga aktivitas pelabuhan tetap berlangsung meskipun sebagian area terendam rob.
Dermaga ponton juga lebih cepat dan efisien untuk dibangun dibandingkan dengan dermaga permanen serta dapat dipindahkan sesuai dengan kebutuhan.
Dermaga ponton ini, lanjut Menlu, merupakan struktur apung yang terbuat dari beton. Menawarkan solusi berkelanjutan untuk berbagai kebutuhan proyek konstruksi di atas air.
Keunggulan utama dari dermaga ponton beton ini, kata Menlu, adalah ketahanannya terhadap cuaca ekstrem dan tahap terhadap korosi. Sehingga, membuatnya menjadi pilihan ideal untuk proyek-proyek di wilayah pesisir.
Selama kunjungan tersebut, pihak PPP Morodemak UPT Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah mempelajari lebih dalam mengenai proses pembuatan dermaga ponton, teknologi yang digunakan, serta potensi penerapannya di kawasan pesisir.
Perwakilan PPP Morodemak UPT Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan ketertarikannya untuk menerapkan teknologi serupa.
Baca Juga: Kunjungi Pabrik U Ditch, DPKP Tulungagung Puas Produk Rabanton
Khususnya, dalam pembangunan infrastruktur pesisir di wilayah mereka guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan konektivitas antarwilayah yang berbasis laut.
Rabanton berharap bahwa kerja sama ini akan memperluas penggunaan teknologi dermaga ponton beton di seluruh Indonesia. Terutama di daerah yang membutuhkan infrastruktur apung yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan.
”Kami sangat senang bisa berbagi pengalaman dan teknologi kami dengan Pemkab Demak. Kami berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pembangunan infrastruktur pesisir di masa depan,” ujar Menlu.
Dengan semakin banyaknya permintaan akan solusi infrastruktur apung yang ramah lingkungan dan efisien, Rabanton berharap untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk-produk beton apung yang dapat digunakan dalam berbagai sektor pembangunan di Indonesia. (sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin