RadarBanyuwangi.id - Selama masa libur panjang Maulid Nabi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan penumpang yang signifikan.
KAI mengoperasikan sebanyak 113 kereta api di berbagai kelas, melayani rute ke sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Surabaya, dan kota lainnya.
Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat yang memilih moda transportasi kereta api selama periode liburan.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa rute-rute populer selama liburan ini meliputi perjalanan Jakarta-Surabaya, Jakarta-Semarang, Ketapang-Lempuyangan, Blitar-Kiaracondong, Purwosari-Pasar Senen, hingga Malang-Pasar Senen.
"Beberapa kereta yang mencatat penjualan tempat duduk tertinggi selama periode ini di antaranya KA Airlangga (Pasar Senen-Pasar Turi), KA Joglosemarkerto (Jogja-Purwokerto-Semarang-Solo), KA Sritanjung (Lempuyangan-Ketapang), serta KA Kertajaya dan KA Jayakarta (Pasar Senen-Surabaya Gubeng)," ungkap Anne, Minggu (15/9).
Minat masyarakat yang tinggi untuk berlibur menggunakan kereta api sejalan dengan meningkatnya jumlah wisatawan ke berbagai daerah di Pulau Jawa.
Baca Juga: Kereta Api Walahar Anjlok di Jalur Purwakarta-Cibungur, Evakuasi dan Penanganan Sedang Berlangsung
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan nusantara ke DI Yogyakarta sepanjang 2024 hingga bulan Juli mencapai 22,5 juta orang, mengalami peningkatan 19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tren serupa juga terjadi di provinsi lain seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Anne menekankan bahwa kereta api menjadi pilihan utama masyarakat karena efisiensinya, bebas dari kemacetan, serta memberikan kenyamanan dan keamanan selama perjalanan.
Baca Juga: Ini Link Pendaftaran Seleksi Pemain Persewangi Banyuwangi Liga 3: Catat Jadwal dan Lokasinya
"Selain itu, kereta api mendukung konektivitas masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata menarik di berbagai daerah, seperti candi-candi bersejarah di Yogyakarta dan pantai-pantai indah di Banyuwangi," tambahnya.
Peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat sejak Jumat (13/9).
Pada puncak arus keberangkatan di hari Sabtu (14/9), penjualan tiket mencapai 189.737 tiket, dengan okupansi sebesar 128 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia, yaitu 148.227 kursi.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada Senin, (16/9), dengan tiket yang telah terjual sebanyak 152.365 tiket, mencapai 101,66 persen dari jumlah kursi yang tersedia.
Okupansi yang melebihi 100 persen ini dijelaskan oleh adanya penumpang dinamis, yaitu penumpang yang turun-naik di antara stasiun keberangkatan dan tujuan akhir.
"Rata-rata okupansi harian selama libur Maulid Nabi mencapai 112,37 persen, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan," ujar Anne.
Berikut adalah data penjualan tiket pada periode libur panjang Maulid Nabi hingga Minggu pagi, 15 September 2024:
- Jumat, 13 September: 182.020 tiket (closed)
- Sabtu, 14 September: 189.737 tiket (closed)
- Minggu, 15 September: 143.883 tiket (data dinamis)
- Senin, 16 September: 152.365 tiket (data dinamis)
Bagi masyarakat yang berencana bepergian, KAI menyediakan layanan pengecekan ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI.
KAI terus berkomitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan selama masa liburan ini. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi