RadarBanyuwangi.id - Microsoft mengumumkan pada Jumat (19/7) bahwa layanan mereka mulai pulih setelah mengalami kegagalan teknis besar-besaran, dengan langkah-langkah stabilisasi yang terus dilakukan.
"Banyak layanan menunjukkan peningkatan ketersediaan, seiring dengan kemajuan proses tindakan mitigasi kami," kata perusahaan tersebut di platform media sosial X.
Pemadaman ini berdampak luas, mempengaruhi bandara di seluruh dunia termasuk di Washington, Berlin, Zurich, dan New Delhi.
Bandara Sydney Kingsford Smith mengalami gangguan signifikan, mengakibatkan maskapai Virgin Australia menangguhkan semua penerbangannya.
Di Hong Kong, registrasi online di Bandara Internasional Hong Kong tidak tersedia, meskipun penerbangan tetap berlangsung tanpa pembatalan atau penundaan besar.
Administrasi bandara mengaktifkan mekanisme respons darurat, beralih ke check-in manual.
Korea Selatan juga merasakan dampaknya, dengan layanan komputer yang menggunakan Microsoft Windows terganggu dari pukul 10.30 hingga 11.00 GMT.
Sky News di Inggris tidak dapat mengudara pada Jumat pagi, namun layanan kembali pulih satu jam kemudian meskipun dengan keterbatasan.
Di Israel, server fasilitas negara mati, mempengaruhi rumah sakit, layanan darurat, dan banyak gedung kementerian.
Operasi bank dan rumah sakit di negara tersebut juga terhenti.
Pusat Medis Universitas Schleswig-Holstein di Jerman membatalkan semua prosedur yang dijadwalkan pada hari itu akibat pemadaman, yang mempengaruhi operasi di rumah sakit di kota Kiel dan Lubeck.
Di Polandia, operasi terminal kontainer Baltic Hub di Gdansk terganggu akibat pemadaman global ini, yang menghambat fungsi terminal.
Di Alaska, AS, pemadaman komunikasi mencegah penduduk kota Fairbanks menghubungi layanan darurat, memaksa mereka menggunakan email untuk berkomunikasi.
Pemadaman global yang mempengaruhi teknologi Microsoft Windows ini dilaporkan disebabkan oleh pembaruan yang rusak dari perusahaan keamanan siber CrowdStrike, yang mematikan server dan komputer, memaksa penggunanya untuk reboot terus-menerus. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi