Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Friendster, Nenek Moyang Medsos Generasi Milenial  

Niklaas Andries • Minggu, 12 Mei 2024 | 17:05 WIB

PERINTIS: Media sosial Friendster pada masanya digemari lantaran seolah membawa kembali orang-orang yang pernah dikenal di masa lalu.
PERINTIS: Media sosial Friendster pada masanya digemari lantaran seolah membawa kembali orang-orang yang pernah dikenal di masa lalu.
 

 

Radarbanyuwangi.id - Generasi milenial tentu tak asing dengan media sosial Friendster. Aplikasi yang kemunculannya mulai tahun 2001 ini, banyak disebut sebagai nenek moyangnya media sosial. Pada tahun 2011 saja, pengguna aplikasi tercatat mencapai ratusan juta pengguna.

Sebagai sebuah life style yang pernah popular di era milenium kala itu. Keberadaan Friendster mampu merasakan masa kejayaannya pada 2008. Di masa-masa puncaknya, Friendster memiliki lebih dari 100 juta pengguna, sebagian besar di Asia Tenggara.

Per bulan Juni 2008 saja, Friendster memiliki pengguna aktif bulanan mencapai 37,1 juta orang. Dari angka tersebut, mayoritas pengguna Friendster berasal dari Asia. Angka pengguna Asia mencapai 33 juta pengguna aktif bulanan.

Pada Juli 2009, setelah beberapa masalah teknis dan desain ulang, situs ini mengalami penurunan traffic yang dahsyat karena pengguna mulai beralih ke media sosial lain seperti Facebook. Dan tahun 2015 aplikasi ini resmi tutup.

Friendster sendiri didirikan pada tahun 2002 oleh seorang pengusaha bernama Jonathan Abrams. Dalam perwujudannya, Friendster dapat membantu seseorang untuk terhubung dengan teman-teman mereka secara online.

Namun pada awal kemunculannya, Friendster hanya tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat. Namun aplikasi ini cepat berkembang menjadi platform global yang digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Aplikasi Friendster sendiri menjadi sangat populer karena didalamnya menawarkan sesuatu yang baru dan segar dalam dunia media sosial kala itu. Tidak ada platform yang menawarkan cara yang mudah untuk terhubung dengan teman-teman lama dan menjalin pertemanan baru.

Friendster mampu mengisi kekosongan ini dengan menyediakan fitur-fitur yang memungkinkan pengguna untuk mencari teman-teman mereka berdasarkan sekolah, pekerjaan, atau minat yang sama. Ini adalah inovasi yang revolusioner pada masanya dan menjadi daya tarik utama Friendster.

Friendster juga menawarkan fitur-fitur yang unik dan menarik. Misalnya, pengguna dapat menghiasi profil dengan gambar-gambar dan musik favorit. Ini memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan kepribadian elalui profil mereka dan membuat profil Friendster menjadi unik dan kreatif.

Aplikasi ini juga menawarkan sejumlah permainan dan aplikasi seru lainnya. Ini membuat penggunanya betah berlama-lama di platform ini. Game seperti “Who Has the Biggest Brain?” dan “Super Pets” yang menjadi sangat populer di kalangan pengguna Friendster.

Permainan ini bisa dilakukan sendiri maupun secara online bersama pengguna platform. Selain game, Friendster juga menawarkan berbagai aplikasi seru seperti musik,  fotografi, dan mengedit foto. Hanya, penggunaan friendster yang terlalu mudah khususnya dalam membuat akun membuat aplikasi ini dianggap memiliki banyak kelemahan. Salah satunya banyak ditemukan fake (palsu) akun. Selain itu  aplikasi ini tidak punya sistem filtering spam yang baik.

Ini menyebabkan penggunaan aplikasi dipenuhi oleh iklan teks atau digital yang tak perlu dan mengganggu. Selain  itu pilihan warna, style dan corak layout template tertentu, sering menyamarkan fasilitas yang ada di halaman utama profile Friendster.

Desain yang terlalu semarak dan kelebihan pernak-pernik, kadang membuat seseorang kesulitan dan kurang teliti untuk mengecek profil member. Selebihnya banyak fitur yang dikembangkan dengan baik. Misalnya  foto yang tidak menyajikan banyak pilihan kategori. Foto ditampilkan secara polos dalam satu halaman besar. (nic/bay)

Editor : Niklaas Andries
#online #life style #platform #media sosial #Friendster #musik #game #asia #amerika serikat