RadarBanyuwangi.id – Selain bahan masakan, dapur juga membutuhkan berbagai peralatan. Ada alat kecil yang wajib ada, yakni parutan atau food grater.
Pada era perkembangan berbagai alat saat ini, parutan tidak hanya sekadar alat yang memiliki gerigi berbahan dasar lempengan besi.
Lebih dari itu, parutan saat ini telah bertransformasi dengan berbagai bentuk dan bahan dasarnya.
Hal itu diakui oleh para ibu rumah tangga yang merasa terbantu saat membuat makanan dengan menggunakan parutan.
Seperti yang dikatakan Siti Khotimah, warga Desa/Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, yang memiliki berbagai jenis parutan di rumahnya.
Mulai dari parutan kelapa berbahan dasar lempengan besi, parutan bawang merah dan bawang putih berbahan dasar plastik, hingga parutan dari kayu untuk ubi-ubian.
”Ada banyak parutan di rumah yang memiliki fungsi masing-masing. Jadi sangat terbantu saat memasak,” ujar Siti.
Untuk jenis parutan kelapa dari lempengan besi saat ini masih eksis digunakan masyarakat.
Selain dinilai lebih murah, parutan berbahan besi itu masih mudah digunakan masyarakat.
”Parutan kelapa dari besi digunakan saat hari-hari biasa. Kalau ada hajatan lebih baik dibawa ke tukang selep kelapa biar lebih cepat,” imbuh ibu dua anak itu.
Siti mengatakan, ada beberapa keunggulan dan kekurangan pada masing-masing jenis parutan.
Seperti parutan kelapa dari besi yang kuat tapi lebih mudah berkarat karena bahannya yang rentan korosif.
Parutan dari plastik keunggulannya praktis dan mudah dibawa ke mana saja, cukup menggerakkan pemutar gilingan di bagian belakang alat.
”Parutan dari plastik memang minimalis dan mudah dibawa, tapi bahan yang dimasukkan tidak bisa banyak dan hasilnya masih kasar atau kalah halus saat memotong sendiri. Sedangkan yang kayu lebih kuat, tetapi lama kelamaan bisa rapuh,” pungkas Siti. (rei/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin