RadarBanyuwangi.id – Di bidang farmasi ada alat sederhana, tapi penting. Namanya mortar (penumbuk) obat. Alat ini terbuat dari material porselen.
Berbagai alat digunakan oleh para tenaga kesehatan. Mulai dari suntikan, termometer, stetoskop, dan lainnya. Dari sekian banyak alat kesehatan yang digunakan, ada yang disebut dengan mortar (alat penumbuk) obat.
Mortar terdiri dua bagian, yaitu alu (alat penumbuk) dan lumpang (wadah tempat untuk menumbuk obat).
Mortar terbuat dari porselen berwarna putih yang memiliki permukaan licin. Oleh karena itu, mortar sangat mudah untuk dibersihkan setelah digunakan menggerus obat.
Para tenaga kesehatan menggunakan mortar untuk menggerus obat hingga berbentuk puyer. Tujuannya untuk memudahkan pasien meminum obat, terutama bagi pasien yang masih anak-anak.
Hal itu dibenarkan oleh alumnus Stikes Rustida Banyuwangi yaitu Silvi Ratna Fiani, 23. Warga Desa/Kecamatan Gambiran itu menjelaskan, penggunaan mortar diajarkan kepada dirinya sewaktu masih duduk di bangku perkuliahan.
Mortar juga sering ditemui di beberapa fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, klinik, apotek, dan lainnya.
”Kalau anak kecil suruh minum obat tablet yang ukurannya cukup besar, pasti kesulitan. Maka dari itu perlu dihaluskan menggunakan mortar hingga berbentuk bubuk (puyer) nanti dibungkus dengan kertas khusus,” ujar Slivi.
Mortar sendiri memiliki berbagai ukuran. Ada lumpang mortar yang memiliki diameter 6 sentimeter (cm), 8 cm, 10 cm, 13 cm, hingga 16 cm.
”Untuk mortar yang ada di klinik bidan biasa pakai ukuran yang kecil. Karena mereka tidak membutuhkan mortar yang besar untuk menggerus obat,” pungkas Silvi. (rei/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin