Menandai beroperasinya studio baru tersebut, seluruh karyawan JP-RaBa kemarin menggelar tasyakuran yang dilanjutkan pemotongan tumpeng. Secara simbolis Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi didampingi General Manager Rahman Bayu Saksono menyerahkan potongan tumpeng kepada Pimpinan Redaksi (Pimred) Syaifuddin Mahmud.
Dalam kesempatan tersebut Samsudin Adlawi menyampaikan, kehadiran studio baru Radar TV tersebut bisa menambah eksistensi JP-Raba. ”Di era digital seperti sekarang, JP-RaBa terus mengembangkan sayap. Kami tidak hanya fokus di koran cetak, tapi juga bergerak di lini digital, termasuk membangun studio Radar TV. Kami terus mengembangkan diri dengan berbagai ragam inovasi,” katanya.
Selain menggelar tasyakuran, JP-RaBa juga menggelar podcast dengan mengundang nara sumber dari jajaran Satlantas Polresta Banyuwangi, kemarin (12/8). Acara tersebut mengusung tema ”Aturan Pelat Nopol Putih dan Tilang Elektronik, Sudah Berlakukah di Banyuwangi?”.
Podcast berlangsung satu setengah jam. Dimulai pukul 14.00 dan berakhir pukul 15.30. Nara sumber yang dihadirkan adalah Kanit Regident Satlantas Polresta Banyuwangi AKP Puteh Rinaldi, Kanit Turjawali Iptu Budi Mujiono, serta Baur Tilang Aipda Ivan Hendro.
”Kita ucapkan terimakasih kepada narasumber yang sudah menyempatkan waktunya hadir di studio Radar TV,’’ ujar Syaifuddin Mahmud, yang memandu obrolan santai siang itu
Aif -panggilan Syaifuddin Mahmud- menambahkan, studio Radar TV bisa dimanfaatkan oleh siapapun untuk sosialiasi maupun menyampaikan informasi kepada masyarakat. Nantinya JP-RaBa juga akan mengundang narasumber lain dengan tema yang disesuaikan dengan isu aktual di Banyuwangi maupun Situbondo. ”Kita persilakan bagi masyarakat, lembaga, instansi, komunitas, DPRD, dan semua elemen untuk ikut mengisi podcast yang disiarkan lewat channel Radar Banyuwangi,” tegasnya. (rio/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud