Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ikuti Red Island Gandrung Surf Competition, 80 Surfer Muda Se-Indonesia Serbu Pulau Merah

Sigit Hariyadi • Selasa, 29 Agustus 2023 | 15:30 WIB
UNJUK KEBOLEHAN: Salah satu peselancar beraksi menaklukkan ombak di Pantai Pulau Merah pada gelaran Red Island Gandrung Surf Competition 2023 pada Minggu (27/8).
UNJUK KEBOLEHAN: Salah satu peselancar beraksi menaklukkan ombak di Pantai Pulau Merah pada gelaran Red Island Gandrung Surf Competition 2023 pada Minggu (27/8).

RadarBanyuwangi.id – Banyuwangi kian menahbiskan diri sebagai surga bagi para peselancar (surfer).

Setidaknya, itu terbukti pada event bertajuk ”Red Island Gandrung Surf Competition” yang digeber di Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, akhir pekan lalu.

Sebanyak 80 surfer muda asal berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam kompetisi yang digelar sejak Jumat (25/8) sampai Minggu (27/8) tersebut.

Mereka berlomba menaklukkan ombak di Pantai Pulau Merah untuk menjadi yang terbaik di delapan kategori yang dikompetisikan.

Bupati Ipuk Fiestiandani hadir langsung pada hari terakhir gelaran Red Island Gandrung Surf Competition tersebut. Dia menuturkan, event itu digelar untuk mencari bibit unggul atlet selancar.

”Termasuk mencari peselancar yang bisa mewakili Banyuwangi di ajang nasional maupun internasional,” ujarnya.

Selain Bupati Ipuk, hadir pula Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol (Kav) Eko Julianto Ramadan, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Indra Nusha Raspati, dan Komandan Pusat Latihan Tempur Marinir (Danpuslatpurmar) 7 Lampon Letkol Marinir Kardono Syamsu.

Ipuk menuturkan, Banyuwangi rutin menggelar event sport tourism. Selain ajang prestasi, event-event itu juga bertujuan mengungkit ekonomi masyarakat.

Tahun ini saja di Banyuwangi telah digelar beberapa event sport tourism. Selain kompetisi surfing, sebelumnya juga digelar Ijen Geopark Downhill, Ijen KOM Challenge, dan lainnya.

”Karena potensi ekonominya yang besar, Banyuwangi terus menggalakkan sport tourism. Mudah-mudahan sektor ini bisa semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi,” kata dia.

Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Zainal Arifin menambahkan, ajang selancar bergengsi bukan kali pertama digelar di Banyuwangi. Pada 2019, Banyuwangi juga sukses menggelar event serupa.

”Untuk tahun ini, sekitar 80 peselancar datang dari berbagai daerah, seperti Bali, Nusa Tenggara Timur, Lombok, Mentawai, Jogjakarta, Malang, dan sebagainya,” ungkapnya.

Menurut Zainal, Red Island Gandrung Surf Competition sebagai event sport tourism telah menjadi magnet bagi para peselancar.

 Banyak peserta yang lebih memilih bertanding di event tersebut, meski ada beberapa event serupa di daerah lain yang digelar dalam waktu bersamaan.

”Banyuwangi memang menjadi magnet bagi para peselancar karena karakteristiknya,” imbuhnya.

Dalam kompetisi ini terdapat delapan kategori yang diperlombakan. Yakni, Open Pro Under-12 tingkat lokal dan nasional, Open Pro Under-16 lokal dan nasional, Open Pro Longboard Men dan Woman, Open Pro Jatim, serta Open Pro Nasional.

Peselancar asal Bali, I Made Fajar, 19, berhasil menyabet juara untuk kategori Open Pro Nasional. Dia mengaku tertantang untuk mengikuti event tersebut sebab ingin menaklukkan ombak di Pantai Pulau Merah.

”Ini adalah kali kedua saya ikut kompetisi selancar di Pantai Pulau Merah. Saya merasa tertantang dengan ombaknya yang cukup besar dan konsisten. Karakteristik ombaknya bahkan lebih besar dari di Kuta, Bali,” bebernya. (sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#surfing #ombak #wisatawan #pulau merah #Sport Tourism #Ipuk Fiestiandani #g-land