Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan hadir langsung grand final liga selancar paling prestisius di dunia yang digeber di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut. Dia pun mendukung apabila WSL kembali digelar di Banyuwangi. “Kalau pihak WSL meminta di Banyuwangi lagi, kami siap mendukung,” ujarnya.
Bahkan Luhut menyatakan pihak kementerian akan kembali membantu dengan membangun berbagai infrastruktur di G-Land dan Alas Purwo. “Nanti kita lakukan perbaikan, seperti jalan, kebutuhan listrik, air, dan lainnya. Termasuk camp untuk peselancar nanti kita perbaiki,” kata dia.
Luhut mengatakan penyelenggaraan sport tourism seperti WSL menjadi salah satu cara mempromosikan Indonesia. “Tadi (grand final, Red) saja dilihat oleh 6 juta viewers dari seluruh dunia,” tuturnya.
General Manager WSL Asia Pasifik Andrew Starky sangat berharap agar tahun depan penyelenggaraan WSL bisa kembali digelar di Banyuwangi. “Saya berharap untuk kembali lagi ke sini (Banyuwangi) tahun depan,” harapnya.
Hal yang sama dilontarkan oleh Sekjen PB Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), Tipi Jabrik. Menurutnya dia sangat berharap Banyuwangi bisa kembali menjadi tuan rumah WSL. “Kami sangat berharap bisa kembali digelar di Banyuwangi. Karena selain di sini salah satu ombak terbaik di dunia, ajang internasional di Banyuwangi selalu meriah,” ujarnya.
Sementara itu, ajang WSL Championship Tour Quiksilver G-Land Banyuwangi 2022 berhasil dimenangkan oleh peselancar asal Australia Jack Robinson. Sembari naik ke podium guna penganugerahan, Jack dengan semringah mengenakan penutup kepala khas Banyuwangi, yakni Udeng Osing. “Terima kasih G-Land. Terima kasih semuanya yang telah membantu. Terima kasih kepada semua pihak," ungkap Jack saat penganugerahan juara, Sabtu petang (4/6).
Jack Robinson berhasil juara setelah meraih nilai 13.50 poin yang dikumpulkannya dari 5 kali percobaan dari 8 ombak yang terbentuk selama babak final. Ia unggul tipis dari pesaingnya, Filipe Toledo, yang mengumpulkan 13.16 poin. Ia berhasil menyalip pada menit-menit akhir. “Ekspetasi saya tidak sejauh ini. Saya hanya berupaya untuk fokus. Kemudian saya akhirnya mendapatkan ombak yang cukup bagus,” ungkap Jack.
Untuk nomor perempuan WSL Championship Tour di G-Land dimenangkan oleh peselancar Prancis, Johanne Defay. Atlet dengan peringkat ketiga pada rangkaian WSL Championship Tour ini mengakui jika G-Land merupakan salah satu pantai dengan ombak terbaik yang pernah dijajalnya. Dirinya berharap bisa datang lagi dan kembali menantang ombak terbesar kedua dunia ini. “Ombak di G-Land benar-benar luar biasa. Semua peselancar benar-benar menunggu ombak bagusnya G-Land," ungkap atlet kelahiran 1993 itu.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku senang dengan suksesnya penyelenggaraan WSL di G-Land kali ini. Ia berharap ini akan menjadi kampanye positif untuk pariwisata Banyuwangi di kancah global. “Semoga ini bisa memberikan dampak positif bagi pengembangan sport tourism di Banyuwangi. Tentunya, juga bisa mengungkit ekonomi lokal,” harapnya.
Lebih jauh, Ipuk juga bakal menjadikan momentum WSL ini, untuk kembali menggenjot event-event berskala internasional di Banyuwangi. “Ini bakal jadi momentum untuk menggelar event berskala internasional yang selama pandemi kemarin sempat terhenti,” pungkasnya. (sgt/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud