Salah satunya dengan menggelar pelatihan selancar bagi anak-anak muda di Bumi Blambangan. Selain untuk memeriahkan ajang WSL, coaching clinic tersebut juga bertujuan mencetak bibit unggul atlet selancar di Banyuwangi.
Pelatihan yang dipandu para peselancar lokal profesional ini mendapat sambutan antusias kalangan pemuda di Banyuwangi. Buktinya, sebanyak 50 pelajar jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA)/sederajat antusias mengikuti coaching clinic yang digelar secara gratis di kawasan Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran tersebut.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, WSL menjadi momentum bagi Pemkab Banyuwangi untuk mencari bibit atlet selancar. “Sudah selayaknya kita punya atlet selancar karena Banyuwangi punya garis pantai yang panjang. Area latihannya melimpah,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Banyuwangi bakal menjadi tuan rumah event ke-6 WSL Championship Tour 2022 pada 28 Mei sampai 6 Juni mendatang. Event bertaraf internasional tersebut bakal dilangsungkan di Pantai Plengkung alias G-Land.
Selain G-Land, Banyuwangi juga memiliki sejumlah pantai yang cocok untuk berselancar. Salah satunya di kawasan Pantai Pulau Merah. Bahkan, pemkab beberapa kali menggeber kompetisi surfing tingkat nasional di pantai tersebut.
Sementara itu, para peserta pelatihan selancar kali ini mendapatkan materi tentang pengenalan alat (surfing board), teknik surfing, dan lain-lain. Bahkan, mereka juga diberikan kesempatan untuk praktik langsung di laut dengan didampingi oleh instruktur.
Kegiatan ini dibuka langsung Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori yang sekaligus merupakan pembina Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Banyuwangi. “Kami berharap kegiatan ini bisa segera melahirkan atlet-atlet selancar profesional masa depan. Pembibitan semacam ini penting untuk mencari yang berbakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Banyuwangi Azis Hamidi menjelaskan, kegiatan ini hasil kolaborasi pemkab bersama PSOI Banyuwangi dan sejumlah komunitas peselancar lokal. Di antaranya Pulau Merah Board Rider (PMBR) surf school, Febri Surf School, PM Boys Surf School, dan Pulau Merah Surfing.
Kegiatan ini, kata Aziz, juga bagian memperkenalkan surfing sejak dini kepada generasi muda, sehingga timbul minat mereka untuk mempelajarinya. “Ini salah satu cara mencetak generasi baru atlet selancar di Banyuwangi. Kita mulai dari Pantai Pulau Merah, dengan harapan bisa memicu komunitas peselancar di pantai lainnya untuk menggelar kegiatan serupa,” kata dia.
Salah satu peserta pelatihan, yakni Dafa Hengky Hernanda, 12 mengaku senang dengan adanya coaching clinic selancar di Banyuwangi. “Kita dulu belajar sendiri bareng teman-teman di pantai. Saya sudah bermain sejak masih usia Taman Kanak-kanak (TK). Dengan ada pelatihan ini, saya senang karena lebih banyak teman yang mau belajar surfing dan ada instruktur ini jadi lebih terarah” kata Daffa.
Ketua Harian PSOI Banyuwangi Suroto menambahkan, selama ini pihaknya terus berupaya mencetak bibit baru atlet selancar di Banyuwangi. Di antaranya, membuka pelatihan selancar gratis bagi anak-anak, mulai SD hingga SMA. “Kami juga bekerja sama dengan salah satu kampus di Banyuwangi membuka ekstrakurikuler selancar bagi mahasiswa. Ini sudah berjalan sejak 2015,” pungkasnya. (sgt/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud